Bali Tribune, Rabu 22 November 2017
Diposting : 18 April 2017 19:51
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
pegadaian
Keterangan Gambar: 
KE PANTI ASUHAN - Rombongan PT Pegadaian saat memberikan bantuan di panti asuhan.

Denpasar, Bali Tribune

Perayaan hari jadinya yang ke-116 tahun, PT. Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah VII Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) dimeriahkan dengan berbagai kegiatan di antaranya donor darah dan penyerahan bantuan di sejumlah panti asuhan.

Humas PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Bali-Nusra, Made Mariawan, menjelaskan, HUT Pegadaian diperingati setiap tanggal 1 April. Momen tersebut kerap digunakan untuk berbagi kasih terhadap masyarakat yang memerlukan bantuan.

Mariawan mengatakan, donor darah di kantor wilayah setempat, menyumbangkan 116 kantong darah. Khusus untuk wilayah Bali, PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah VII Bali dan Nusra juga menyerahkan bantuan ke tiga panti asuhan di Bali. Masing-masing panti asuhan diberikan bantuan senilai Rp 10 juta.

“Pada HUT tahun ini telah diadakan donor darah dan pemberian bantuan ke panti asuhan, serentak. Di Bali ada tiga panti asuhan yang diberikan bantuan yaitu Panti Asuhan Yasa Kerti Amlapura, Panti Asuhan Widiasih dan Panti Asuhan Yasika,” jelas Mariawan di kantornya, di Denpasar, Senin (17/4).

Selain di wilayah kerja Bali, PT. Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah VII Bali dan Nusra juga membagikan bantuan di panti asuhan yang terletak di empat area lainnya yaitu area Lombok, Dompu, Kupang dan Ende. Masing-masing panti asuhan di area tersebut diberikan bantuan senilai Rp20 juta.

Mariawan menyatakan, kegiatan tersebut merupakan komitmen dari PT Pegadaian bahwa setiap tahunnya memberikan bantuan kepada panti asuhan dengan menyisihkan dana CSR (corporate social responsibility). “Hal itu dimaksudkan juga untuk memberikan timbal balik keuntungan yang kita peroleh kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Mariawan.

Pihaknya berharap, ke depannya PT Pegadaian tetap meningkat baik dari sisi kinerja dan pencapaian omset serta selalu dipercaya masyarakat karena Pegadaian lebih dekat dengan masyarakat. Bahkan menurut Mariawan, bertransaksi di Pegadaian cepat, mudah dan aman. “Cepat dalam hal ini sesuai motonya yaitu mengatasi masalah tanpa masalah, dalam waktu 15 menit transaksi sudah selesai,” imbuhnya.

Sedangkan “mudah” dalam artian pelayanan PT Pegadaian tidak bertele-tele. Masyarakat pun kata dia akan mudah mendapatkan jasa Pegadaian karena melayani masyarakat ke tingkat kecamatan maupun pelosok desa. “Aman” dijelaskan Mariawan yaitu memberikan jaminan kepada nasabah terkait keamanan barang yang ditaruh di Pegadaian.

“Karena kita juga telah menjalin kerjasama atau MoU dengan Polri. Tentu dalam MoU ini ini sistem pengamanan dalam hal ini kita ada satpam. Kita sudah memakai aturan-aturan atau formasi satpam masing-masing cabang dengan jumlah atau volume transaksi tertentu nasabah diberikan pengamanan satpam,” papar Mariawan.

Satpam-satpam tersebut, tambah dia, diberikan pembinaan oleh pihak kepolisian. Selain itu, PT Pegadaian yang merupakan salah satu perusahaan BUMN tersebut tetap menjamin aset-aset masyarakat yang disimpan di Pegadaian.