Bali Tribune, Rabu 22 November 2017
Diposting : 26 September 2017 20:00
Djoko Purnomo - Bali Tribune
sepakbola
Keterangan Gambar: 
Tim sepakbola Gianyar besutan pelatih Kadek Swartama saat meraih medali emas di Porprov Bali XIII/2017.

BALI TRIBUNE - Nama Kadek Swartama tiba-tiba menjadi pergunjingan positif insan sepakbola Bali. Pelatih yang membawa Gianyar menjuarai Porprov Bali XIII/2017 ini disebut-sebut tepat untuk membesut tim sepakbola Pra-PON maupun PON Bali nantinya.

Ya, kesuksesannya membawa tim sepakbola Gianyar meraih medali emas, dan predikatnya sebagai mantan pesepakbola legenda Bali, Gelora Dewata kian menguatkan dirinya pantas menjadi pelatih tim sepakbola Pra-PON maupun PON mendatang.

Permintaan kalangan sepakbola tersebut nampaknya tak bersambut sebelah tangan, karena mantan pemain belakang Gelora Dewata itu menyatakan selalu siap jika tenaga dan kemampuan melatihnya dibutuhkan Bali.

“Sebagai mantan pemain dan mantan pelatih sepakbola porprov Gianyar, saya akan selalu siap melatih tim apapun, apalagi tim Bali. Intinya jika Bali membutuhkan tenaga, pikiran dan kemampuan saya melatih, saya akan siap menanganinya,” ujar Kadek Swartama, Senin (25/9) di Denpasar.

Dirinya tak akan ragu untuk menerima jika memang nantinya benar-benar hal itu ditawarkannya. Dengan kemampuan maksimal yang dimilikinya, bakal akan dimanfaatkan secara optimal untuk membentuk tim yang solid.

“Saya juga pernah menangani tim sepakbola PON Bali ketika Ketua PSSI Bali almarhum pak Sumer. Saat itu saya membawa tim sepakbola PON Bali berlaga di PON Kalimantan Timur 2008 silam,” tambahnya.

Lantas bagaimana kualitas pemain Bali terutama pemain sepakbola porprov dari seluruh daerah Bali? Swartama mengaku jika banyak pemain berkualitas di Porprov Bali lalu. Bahkan kualitas materi pemain itu hampir ada di semua kabuapaten dan kota yang ambil bagian di sepakbola Porprov Bali lalu.

“Banyak yang bagus dan memiliki potensi lumayan jika diseleksi dan direkrut untuk tim Pra-PON atau PON Bali. Tapi semuanya saya serahkan dulu ke pihak yang berwenang seperti Asprov PSSI Bali maupun KONI Bali, apakah mempercayakan ke saya nantinya untuk melatih atau tidak,” pungkas Swartama.