Bali Tribune, Rabu 20 Juni 2018
Diposting : 26 April 2016 14:49
San Edison - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Made Mudarta

Denpasar, Bali Tribune

Sejumlah kalangan menyebut DPD Partai Demokrat Provinsi Bali saat ini tanpa nahkoda. Pasalnya, masa bakti kepengurusan periode 2010-2015 sesungguhnya sudah berakhir. Di sisi lain, hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan berlangsungnya Musyawarah Daerah (Musda) untuk suksesi kepemimpinan.

Semula, Musda Partai Demokrat Provinsi Bali ini dijadwalkan digelar pada Januari 2016 lalu. Hanya saja lantaran masih terjadi pembahasan di DPP Partai Demokrat, Musda tersebut ditunda dan dijadwalkan berlangsung pada bulan Maret lalu. Tanpa keterangan yang jelas, jadwal Musda ini kembali ditunda hingga bulan April.

Tetapi sejauh ini, Musda tersebut justru tak kunjung berlangsung. Lantas, apakah penundaan ini membuat DPD Partai Demokrat Provinsi Bali berjalan tanpa nakhoda sejak Januari 2016? Ditanya hal ini, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali Made Mudarta, langsung menepisnya.

Menurut dia, masa berlakunya kepengurusan sangat fleksibel, tergantung pada pelaksanaan Musda. “Ada kabar bahwa kepengurusan Partai Demokrat Bali sudah berakhir. Itu tidak benar. Karena SK Kepengurusan di Provinsi dan Kabupaten/ Kota itu berlaku sampai digelarnya Musda III. Sepanjang belum digelarnya Musda, jadi tetap berjalan, tak ada pengurus vakum,” ujar politisi asal Jembrana ini, di Denpasar, Senin (25/4).

Ia pun memastikan bahwa Musda Partai Demokrat Provinsi Bali akan digelar Mei mendatang. “Ancar-ancarnya kalau melihat dari jadwal Musda dari seluruh Indonesia, (Musda) kita pertengahan bulan Mei. Karena ini serentak, gabungan 9 kabupaten dan kota,” kata Mudarta.

Mengenai tempat pelaksanaan Musda, pihaknya telah menentukan lokasi yang representatif yakni di Inna Grand Bali Beach (GBB) Sanur. Dipilihnya tempat tersebut, menurut Mudarta, karena memiliki sejarah panjang bagi Partai Demokrat. Salah satunya, GBB adalah tempat penyelenggaran Kongres Luar Biasa (KLB) DPP Partai Demokrat pada saat Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum tersangkut masalah hukum.

“Kalau tempat sudah. Saya sudah koordinasi di GBB. Itu tempat bersejarah, kongres pertama kami di situ. Ketika Partai Demokrat ditimpa masalah, kami gelar KLB di situ juga,” urai Mudarta. Ia memastikan, tak akan ada lagi penundaan atas pelaksanaan Musda ini. Sebab, DPD Partai Demokrat Provinsi Bali sudah siap menyelenggarakan Musda. “Persiapan sudah semuanya, kami sudah berada di posisi siap. Kita siap menyelenggarakan Musda,” pungkas Mudarta.