Bali Tribune, Sabtu 21 Juli 2018
Diposting : 27 April 2017 20:59
Made Ari Wirasdipta - Bali Tribune
gambelan
Keterangan Gambar: 
Kesenian musik Berko di Jembrana.

BALI TRIBUNE - KESENIAN asli Kabupaten Jembrana berupa seni Berko merupakan kesenian langka dan nyaris punah saat ini. Kesenian dengan alat musik dari bambu yang dipadukan dengan tarian dan nyanyian ini pertama kali muncul di Jembrana sekitar tahun 1920 dan pernah mengalami masa kejayaannya pada jaman penjajahan Jepang.

Seiring perjalanan waktu, kesenian asli Bumi Makepung ini mulai ditinggalkan. Bahkan saat ini kesenian ini tidak pernah dipentaskan kembali. Sekaa atau perkumpulan kesenian ini di Jembrana praktis tidak ada. Tak ingin kesenian asli Kabupaten Jembrana ini punah, salah seorang anggota DPRD Jembrana asal Kelurahan Pendem, Jembrana, IB Susrama memprakarsai untuk mengantifkan kembali kesenian ini, hingga terbentuk Sekaa Berko Pancardawa, Kelurahan Pendem, Jembrana.

Bahkan melalui Dinas Kebudayaan Pemkab Jembrana yang bekerjasama dengan Yayasan Seni Jembrana (YSJ) yang diketuai oleh Dewa Bracuk, kesenian tersebut dipertunjukan kembali untuk pertama kalinya di Gedung Kesenian Ir Soekarno, Sabtu (8/4) malam. Kesenian Berko dibawah koordinator IB Susrama dengan menampilkan dua penari yang rata-rata berusia senja ternyata mampu mengundang decak kagum ratusan penonton yang memadati areal Gedung Kesenian IR Soekarno.

 “Kami akan usahakan kesenian ini rutin dipertunjukan dalam kegiatan pentas seni, termasuk dalam kegiatan seni lainnya. Kami juga akan ajak pelaku-pelaku seni di Jembrana untuk menghidupkan kesenian yang hampir punah ini karena kesenian Berko merupakan kesenian asli Jembrana,” terang Kordinator Sekaa Berko IB Susrama. Selain pementasan kesenian Berko, acara pentas seni kemarin malam tersebut juga diisi dengan berbagai hiburan lainnya di antaranya, Bondres, Lagu Pop Bali dan Dangdut dari artis-artis Yayasan Seni Jembrana.

Juga diisi dengan penyerahan sertifikat pelatihan dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Jembrana I Nengah Alit kepada kepada 7 orang siswi SDN 1 Lelateng yang berlatih tari dan 13 orang remaja Jembrana yang berlatih tabuh selama tiga bulan secara geratis di Yayasan Seni Jembrana.