Diposting : 30 March 2016 14:19
I Made Darna - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
PEMUKULAN GONG - Musrenbang RKPD Kabupaten Badung Tahun 2017 dibuka dengan pemukulan gong oleh Plt Dirjen Bangda Kemendagri Diah Indrajati didampingi Bupati Giri Prasta, Wabup Ketut Suiasa, Wakil Ketua DPRD Nyoman Karyana dan Kepala Bappeda Wayan Suambara di Puspem Badung, Selasa (29/3)

Mangupura, Bali Tribune

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (Musrenbang RKPD) Tahun 2017 di Kabupaten Badung kembali dilaksanakan Selasa (29/3). Dalam Musrenbang RKPD tersebut selain, dihadiri Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dan Wabup Ketut Suiasa, juga dipantau Plt. Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri RI, Diah Indrajati.

Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Badung, Wayan Suambara dalam laporannya mengatakan, tema dan prioritas pembangunan daerah Kabupaten Badung tahun 2017 yaitu memperkuat kemandirian daerah melalui inovasi dan pengelolaan potensi dalam meningkatkan daya saing daerah, dengan sembilan prioritas pembangunan.

“Sembilan prioritas pembanguan daerah tersebut diantaranya tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik; pendidikan, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; kesehatan; pembangunan ekonomi; penataan ruang dan lingkungan hidup; saran dan prasarana wilayah perumahan dan pemukiman; ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat; perlindungan sosial dan pengarusutamaan gender dan yang terakhir adalah pariwisata, pertanian dan kebudayaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suambara menjelaskan, pelaksanaan Musrenbang ini akan dilaksankan selama dua hari dengan membahas sebanyak 34 urusan dengan total sebanyak 3.216 kegiatan. “Total belanja langsung mencapai Rp2,4 triliun lebih untuk kegiatan tersebut. Dari 3.216 kegiatan itu dibagi kedalam empat kelompok yakni kelompok ekonomi, kelompok kesejahteraan sosial, kelompok saran dan prasarana wilayah dan kelompok umum,” paparnya.

Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih terhadap kedatangan Dirjen Bina Bangda Kemendagri ke Kabupaten badung untuk memberikan arahan sekaligus membuka Musrenbang RKPD 2017 ini.

“Pelaksanaan Musrenbang kali ini memiliki makna penting dan strategis karena kegiatan ini menjadi momentum awal bagi saya dan wakil bupati saya dalam merencanakan program-program pembangunan daerah yang menjabarkan visi dan misi kami. Musrenbang ini juga kami pandang penting karena sesuai tekad dan semangat kami, bahwa pembangunan Kabupaten Badung harus bergerak maju menuju arah yang semakin baik,” ujarnya.

Lebih lanjut Giri Prasta mengungkapkan, sebagai gambaran pada sektor ekonomi di Kabupaten Badung, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Badung selalu berada diatas enam persen pada tahun 2014 lalu mencapai 6,97 persen sedangkan rata-rata Propinsi Bali tahun 2014 hanya mencapai 6,72 persen. Pendapatan perkapita pertahun juga terus meningkat, pada tahun 2014 mencapai Rp61,49 juta jauh diatas rata-rata Propinsi Bali sebesar Rp38,10 juta.

Selain itu dari aspek ketenagakerjaan, tingkat pengaguran terbuka di Badung hanya mencapai 0,34 persen tahun 2015. “Tidak hanya itu saja indeks pembangunan manusia Kabupaten Badung juga terus mengalami peningkatan. Capaian pembangunan tersebut menjadi refleksi dan inspirasi bagi kami sehingga kami bertekad untuk mempertahankanya melalui program prioritas yang holistik dan integratif berdasarkan pendekatan pembangunan semesta berencana yang merupakan pola pembangunan nasional,” paparnya, sembari menambahkan setelah pembahasan Musrenbang di tingkat eksekutif, nantinya akan dibahas lagi di tingkat legislatif untuk penyelarasan hasil reses para anggota dewan.

Plt Dirjen Bina Bangda Kemendagri, Diah Indrajati dalam sambutannya memberikan apresiasi serta berharap prestasi yang telah diraih Kabupaten Badung dapat terus ditingkatkan. “Forum ini sangat penting untuk rancangan pembangunan Kabupaten Badung pada tahun 2017. Kegiatan ini juga sebagai penajaman indikator  kinerja program dan kegiatan prioritas daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengharapkan rencana pembanguan didaerah bisa selaras dengan rencana pembanguan di tingkat Propinsi maupun pusat. “Seperti contoh program pusat yakni program nawacita yang digagas Presiden Jokowi saat ini. Dan di Kabupaten Badung saya melihat hal itu sudah berjalan dari pemaparan bapak Bupati Badung tadi,” tandasnya.