Bali Tribune, Rabu 20 Juni 2018
Diposting : 20 July 2016 10:09
redaksi - Bali Tribune
Pilkada
Keterangan Gambar: 
IB Gaga Adi Saputra

Gianyar, Bali Tribune

Meksi Bupati AA Gde Agung Bharata menegaskan mutasi 205 pejabat eselon III dan eselon IV di lingkungan Pemkab Gianyar steril kepentingan politik, namun kenyataannya berbeda. Buktinya, Sekkab Ida Bagus Gaga Adisaputra tidak diundang pada pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat eselon Gianyar tersebut, Selasa (19/7).

Tak diundangnya pria perlente yang akrab disapa Gus Gaga ini ke pelantikan pejabat eselon, diduga lantaran namanya disebut-sebut bakal maju pada Pilkada Gianyar 2018 mendatang sebagai tandem Wabup Gianyar sekarang, I Made Mahayastra.

Pantauan kemarin, tampak suasana aneh terlihat di barisan kursi pimpinan Pemkab Gianyar di Balai Budaya, di mana pelantikan pejabat dilakukan.  Meksi tidak ada kursi yang lowong, namun Sekkab Gianyar Gus Gaga tidak terlihat. Padahal, selaku Kepala Baperjakat, semestinya orang nomor tiga di lingkungan Pemkab Gianyar ini  hadir dalam kegiatan itu.   

Saat ditemui, Gus Gaga mengatakan ketidakhadiran  dirinya lantaran  tidak  menerima undangan.  Bahkan, sejak awal rencana gelaran mutasi ini,  dirinya memang tidak pernah dilibatkan.  Sedikit berbeda dengan gelaran mutasi pejabat eselon II lalu, meski tidak dilibatkan dalam rencana mutasi, namun saat pelantikan dan pengambilan sumpah tetap diundang.

“Saya bukannya tidak tahu jika dilaksanakan mutasi. Dalam pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kali ini, saya memang tidak diundang,” terangnya.

Disinggung soal posisinya selaku Kepala Baperjakat, alumni STPDN ini mengatakan hingga saat ini masih menjabat Kepala Baperjakat. “Hingga saat ini saya  masih menjabat Kepala Baperjakat.  Namun dalam mutasi ini,  dari perencanaan  hingga dilaksanakan pelantikan, saya sama sekali tak ikut dilibatkan. Bahkan, saat pelantikan pun saya tidak diundang," ujarnya sembari menunjukkan surat dari BKD yang memang tidak mencantumkan Sekkab Gianyar. 

Sementara Bupati Gianyar AA Gde Agung Bharata ditemui usai pelantikan menegaskan, mutasi ini hanya untuk penyegaran dan mengisi sejumlah jabatan yang lowong. “Sama sekali tak ada hubungan dengan politik. Ini murni sebagai penyegaran dan pengisian jabatan yang lowong,” ujarnya. Malah, dirinya menyebutkan jika jabatan yang diberikan ini adalah sebuah ‘kesaktian’ dan diharapkan tidak disalahgunakan. 

Mengenai ketidakhadiran Sekkab selaku Kepala Baperjakat, Agung Bharata mengatakan tidak tahu. Menurutnya, jika memang merasa sebagai Sekkab, semestinya harus menghadiri. “Masalah ketidakhadiran itu saya tidak tahu. Tetapi, jika merasa sebagai Sekkab harus hadir,” lemparnya. 

Kepala BKD Gianyar, Ketut Artawa menegaskan jika dalam kegiatan pelantikan ini semua pimpinan SKPD termasuk Sekkab Gianyar sudah diundang. Dirinya menampik jika Sekkab memang sengaja tak diundang. “Kami sudah mengundang semua SKPD termasuk Sekkab untuk menghadiri  pelantikan ini,” jelasnya sembari berlalu. 

Salah seorang anggota DPRD Gianyar, IB Nyoman Rai menyayangkan keputusan bupati dalam mutasi kali ini. Baginya, mutasi ini sama sekali tak tampak adanya perbaikan dalam penempatan pejabat. Bahkan, sejumlah pejabat yang masih Pj, dinilai merupakan 'pejabat istimewa’ mengingat dari segi golongan masih jauh di bawah sejumlah pejabat lain.

“Ini akan memicu ketidaknyamanan di tatanan birokrasi. Karena ada yang baru golongan III D selama 2 tahun sudah menempati posisi kabag. Sementara puluhan pejabat yang golongannya sudah IVA dan IV B puluhan tahun,  belum juga promosi,” herannya.