Diposting : 30 April 2019 18:58
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Bali Tribune/ Putu Yudi Atmika
balitribune.co.id | Denpasar - Target utama salah satu pemanjat tebing putri Bali, Nadya Putri Virgita ternyata bukan di kejuaraan panjat tebing seri dunia yang dijalani sekarang ini, melainkan di PON XX/2020 Papua mendatang.
 
“Kejuaraan seri dunia itu memang merupakan sasaran antara, dan target utamanya emas di PON Papua tahun depan,” ucap Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bali, Putu Yudi Atmika, Senin (29/4).
 
Di kejuaraan seri dunia yang diikuti Nadya, lanjut Putu Yudi Atmika, memang untuk menyabet medali di nomor boulder dan lead sangat sulit. Dua nomor itu, kata dia, memang dikuasai pemanjat tebing tangguh dari Eropa. Atlet Indonesia pada kejuaraan dunia itu hanya bisa tembus peringkat 8-10 besar saja.
 
Sementara Nadya sendiri mengikuti kejuaraan itu paling penting mengambil pengalaman bertanding menghadapi para pemanjat tebing tangguh dari Eropa. Termasuk, menyerap teknik-teknik pemanjat tebing tangguh itu untuk bisa diterapkan di PON Papua dalam mengejar medali emas.
 
Sayangnya, dalam kejuaraan seri dunia itu, tidak dipertandingkan nomor triathlon atau penggabungan nomor speed, lead dan boulder. Padahal di Olimpiade dipertandingkan. Jika saja nomor itu dipertandingkan, maka Nadya dan dua pemanjat tebing Bali penghuni pelatnas dan timnas Indonesia, Temi Telilasa dan Rivaldi Ode memiliki peluang meraih medali.
 
“Ketiga atlet Bali itu memiliki kualitas bagus di triathlon. Bahkan untuk level Indonesia ketiganya masih lebih bagus dari lainnya. Karena itulah di nomor triathlon putra dan putri yang dipertandingkan di PON Papua, kami optimis Bali bisa meraih emas,” tambah Yudi Atmika.
 
Sekarang ini versinya, para pemanjat tebing Bali itu otomatis langsung terbang ke kejuaraan seri dunia di negara selanjutnya. Karena waktunya cukup berdekatan. Terdekat yakni seri dunia di Wuijang China pada 3 Mei, selanjutnya 18 Mei di Munch Jerman dan terakhir di Prancis juga di bulan Mei.