Bali Tribune, Jumat 15 Desember 2017
Diposting : 9 October 2017 19:12
Redaksi - Bali Tribune
Gerindra
Keterangan Gambar: 
MESRA -- Ketu DPC Partai Gerindra Gianyar yang baru, I Wayan Tagel Arjana, tampil mesra dengan Paket “Aman” dalam acara lomba ceki, Mi8nggu (8/10).

BALI TRIBUNE -Pergantian posisi Ketua DPC Partai Gerindra Gianyar, dari Kadek Artha Arimbawa ke I Wayan Tagel Arjana, membuat konstelasi politik menjelang Pilkada Gianyar 2018 sedikit berubah. Tagel yang dikenal dekat dengan Paket “Aman” (Agus Mahayastra-Agung Mayun) langsung tampil dan bergerak satu jalur dengan paket jagoan PDIP itu. 

Bahkan mereka tampil bersama dan terlihat mesra dengan Paket “Aman” saat turnamen ceki di Pura Santi, Melinggih Kelod, Payangan, Minggu (8/10). Kondisi ini pun memicu pertanyaan dari Koalisi Gianyar Bangkit (KGB) serta kalangan elit di internal Partai Gerindra Gianyar.

Mengingat, Partai Gerindra merupakan salah satu deklator di KGB dan dipastikan akan berhadapan dengan PDIP di Pilkada Gianyar mendatang. Terlebih, dalam sebuah baliho turnamen ceki yang digelar Paket “Aman” juga menampilkan foto Tagel Arjana.

Kadek Artha Arimbawa, yang kini diplot sebagai Kepala Badan Pengawas DPC Partai Gerindra sangat menyesalkan sikap Tagel Arjana ini. Diakuinya, foto Tagel Arjana di baliho itu memicu banyak pertanyaan dan memengaruhi penilaian public atas atas komitmen politik Partai Gerindra di “Bumi Seni”.

Secara internal, sikap Tagel itu juga sangat mengecewakan parpol yang ikut tergabug di KGB.  “Ini tentu sangat mencoreng citra partai. Karena sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Gianyar yang baru, keberadaan Tagel Arjana akan ikut melekat meksi dengan dalih secara pribadi,” tegas Artha Arimbawa.

Kondisi ini mengundang kebingungan kader di bawah, karena, baliho itu seolah-olah mengesankan jika Gerindra mendukung Paket “Aman” dalam Pilkada 2018 nanti. Disisi lain, Gerindra yang tergabung dalam KGB masih sedang berproses untuk menetapkan paket jagoan dalam pilkada nanti, apalagi kehadiran Tagel Arjana dalan kegiatan Paket “Aman” juga disebutkan tidak kali ini saja.

Saat deklarasi “Relawan Pejengku Aman” di Desa Pejeng juga hadir. Demikian pula saat penyantunan pengungsi, Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Bali itu lebih memilih ke posko pengungsian di Sekretariat DPC PDIP. Sementara anggota Fraksi Gerindra DPRD Gianyar dan jajaran pengurus memberi sumbangan ke Posko Sutasoma, Sukawati.

Atas kondisi ini, Artha Rimbawa sangat berharap agar induk partai, dalam hal ini DPD dan DPP Gerindra memberikan teguran kepada yang bersangkutan. Terlebih, saat ini dia pegang Ketua DPC Gerindra Gianyar. “Sikap ini tidak elok bagi kepentingan serta agenda partai. Saya harap agar DPD maupun DPP Gerindra segera mengambil sikap atas tindakan ini,” harapnya.

Secara terpisah, Tagel Arjana mengakui kalau dirinya tampil bersama bahkan diposisikan sebagai ketua panitia pada pelaksanaan turnamen ceki tersebut. Tidak hanya itu, Tagel juga menunjukkan bahwa dirinya juga sebagai Wakil Ketua Umum Formi Gianyar. “Kebetulan turnamen diselenggarakan di pura kawitan saya,” terang Tagel Arjana.

Tagel menegaskan, hingga kini DPD Gerindra Bali dan DPP belum memberikan instruksi khusus untuk menghadapi Pilkada 2018 mendatang. Meski di Gianyar, Partai Gerindra ikut tergabung dalam KGB, namun pihaknya mengkau belum mendapat instruksi, baik dari DPD dan DPP untuk mengarahkan dukungan. “Kami di Partai Gerindra masih belum ada arahan dari pusat,” jelasnya.