Bali Tribune, Rabu 22 November 2017
Diposting : 6 November 2017 19:36
Arief Wibisono - Bali Tribune
NasDem
Keterangan Gambar: 
NASDEM -- Persiapan Rakernas Akbar DPW Partai NasDem Bali di Hotel Nikki Denpasar, Minggu (5/11).

BALI TRIBUNE - Di sela persiapan Rakernas Partai NasDem yang akan digelar di Jakarta selama 3 hari (15-17 November 2017) mendatang, Ketua DPW Partai NasDem Bali, IB Oka Gunastawa menilai betapa penting dan strategisnya acara ini kedepannya bagi pengembangan partai NasDem. Karena itu semua, jajaran pengurus partai diwajibkan hadir tanpa tedeng aling-aling untuk mendengarkan langsung pengarahan dari Ketua Umum Partai NasDem.

“Kehadiran pengurus sangat penting, karena dalam agenda tersebut Ketua Umum akan memberikan delegasi penuh bagi daerah dalam rangka menyongsong kegiatan politik 2018 dan 2019. Sedangkan, Ketua Umum akan fokus untuk pemenangan Jokowi dalam Pilpres 2019,” ujar Gunastawa dalam pertemuan dengan jajaran pengurus se-Bali di Hotel Niki, Denpasar, Minggu (5/11).

Acara yang bakal dihadiri 57 pengurus hingga tingkat kecamatan, termasuk unsur sayap partai. Oka Gunastawa menegaskan, mengingat pentingnya rakernas nanti, maka diharapkan semua pengurus wajib hadir. “Yang tak bisa hadir tanpa alasan jelas atau "mbalelo" akan kita berikan sanksi. Kita akan verifikasi bagi yang tak hadir itu, kalau tak jelas alasannya akan kita keluarkan,” ujarnya.

Ditegaskan, kehadiran di rapat-rapat partai termasuk rakernas nanti menjadi acuan sejauhmana komitmen kader terhadap partai. Kalau untuk rapat atau rakernas yang hanya beberapa hari saja tak bisa hadir, bagaimana mereka akan berjuang untuk membesarkan partai dan memenangkan pemilu yang memerlukan pengorbanan cukup besar. “Jadi saya harapkan semua bisa hadir. Apalagi dalam Rakernas Partai NasDem nanti boleh dibilang yang terbesar sampai saat ini. Belum ada raker sejenis yang bisa mengerahkan sampai 11 ribu kader,” katanya seraya menambahkan, Bali akan mengirimkan 117 kader dari jajaran pengurus. 

Bagi yang tak bisa ikut rakernas diharapkan berkoordinasi dengan DPW. “Kalau tak ada anggaran kita akan bantu nanti. Pada kegiatan lalu di Jakarta, Bali bisa mengirim 5 ribu lebih kadernya. Jadi saya yakin untuk rakernas ini kita bisa,” tuturnya.

Meski terbilang sangat spektakuler pesertanya, karena jumlah peserta yang 11 ribu itu belum termasuk kehadiran simpatisan yang diperkirakan cukup banyak, namun Gunastawa menegaskan, besarnya jumlah peserta bukan untuk meraih rekor MURI. “Kita sama sekali tak mengarah ke sana,” katanya.

Menjawab pertanyaan terkait target pasca-rakernas, Oka Gunastawa mengatakan, pada ajang politik 2018 dan 2019 nanti, pihaknya memposisikan di tiga besar, yakni secara nasional masuk 3 besar dan untuk Bali sendiri bisa di posisi nomor 3. “Dan untuk 2018 kita target juga 3, yakni menang di 2 kabupaten dan satu di provinsi,” harapnya.

Untuk mempertajam hasil-hasil rakernas, pihaknya akan menggelar kegiatan “pembumian” hasil rakernas dengan mengusung  tema “Ahimsa”.  Menurutnya, ajaran Ahimsa yang dianut pemimpin India Mahatama Gandhi bisa diasumsikan dalam berpolitik, yaitu jangan sampai saling menyakiti apalagi memfitnah.