Nomor Poomsae Berpotensi Raih Emas | Bali Tribune
Diposting : 8 July 2016 14:14
habit - Bali Tribune
taekwondo
Tjhin Johanes

Denpasar, Bali Tribune

Cabang olahraga taekwondo khususnya nomor poomsae (seni gerak) yang dihuni taekwondoin tangguh Bali berpotensi mempersembahkan medali emas bagi kontingen Bali pada PON XIX/2016 Jawa Barat, September mendatang. Demikian disampaikan manajer tim taekwondo PON Bali Tjhin Johannes, di Denpasar, Kamis (7/7).

“Memang di PON nomor poomsae lebih membuka peluang atau memiliki kans lebih besar untuk bisa meraih medali emas. Sementara di kyorugi (tarung/laga) belum berani memastikan medali emas karena masih sangat sulit diprediksi,” ungkap Johannes menambahkan.

Menurutnya, prediksi itu sulit lantaran perkembangan taekwondo di masing-masing provinsi di Indonesia kini cukup merata. Itu bisa dilihat dari pembinaan dan prestasi yang diperlihatkan setiap provinsi lain sangat menonjol. Itulah pertimbangan kenapa pihaknya kesulitan memprediksi medali emas di nomor kyorugi.

Johanes yang juga Ketua Umum Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) Badung ini mengatakan, untuk nomor kyorugi daerah yang menjadi rival Bali di PON nanti, dipastikan datang dari Kaltim dan tuan rumah Jabar. Sedangkan Jateng masih di bawah Bali, sehingga masih bisa bersaing dengan mereka. Dia menambahkan, persaingan Bali dengan Kaltim maupun Jabar untuk nomor kyorugi bakal ketat.

Dikatakan, untuk mematangkan para taekwondoin PON Bali sebelum bertarung di hajatan multi event empat tahunan itu, khusus untuk nomor poomsae pihaknya sudah tiga kali melakoni try out keluar daerah dengan menyasar DKI Jakarta dan Jawa Barat yang nantinya menjadi tempat diselenggarakannya PON XIX/2016. Dimana atlet poomsae yang melakukan try out itu yakni Muhammad Wahyu, Najmi, Lisa, Indri, Tyo, Fahjri, dan Ghilrman.

“Try out itu tujuannya untuk melihat sejauhmana kesiapan para atlet taekwondoin poomsae kita sebelum turun di PON. Sehingga lewat try out itu, kami bisa melihat hasil dari latihan yang dijalani selama mereka masuk Pelatda. Dengan begitu kami bisa mengevalusi kekurangan yang ada,” jelas Johanes sembari menambahkan saat ini ke 13 taekwondoin asuhannya masih dalam pemantauan latihan