Diposting : 15 March 2018 20:04
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
kontribusi
NYEPI - Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, Akhmad Tito Karim (tengah ) dalam konferensi pers, Rabu (14/3) terkait Hari Suci Nyepi.

BALI TRIBUNE - Berdasarkan Surat Edaran Gubernur Ball Nomor:003.1/8044/PKAP/BKD, tanggal 7 Desember 2017, tentang Hari ibur Nasional, Cuti Bersama dan Dispensasi Hari Raya Suci Hindu di Bali Tahun 2018 dan Surat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: UM.01.11-Mn/309, tanggal 13 Maret 2018, perihal Izin Penutupan Jalan Tol Dalam Rangka Hari Raya Nyepi. Dengan ini diberitahukan kepada masyarakat luas, khususnya pengguna jalan tol, bahwa dalam rangka perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Çaka 1940. Serta dalam rangka turut melestarikan nilai budaya dan kearifan lokal, maka operasional Jalan Tol Bali Mandara akan ditutup sementara secara keseluruhan selama 32 jam mulai hari Jumat, 16 Maret 2018 pukul 23:00 Wita. Kemudian akan dibuka kembali pada hari Minggu, 18 Maret 2018, mulai pukul 07:00 Wita.

Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, Akhmad Tito Karim dalam konferensi pers di Denpasar, Rabu (14/3)
menyampaikan, seperti tahun-tahun sebelumnya dalam rangka menghormati perayaan hari besar keagamaan umat Hindu di Bali, PT Jasamarga Bali Tol (JBT) secara kelembagaan senantiasa menghormati kearifan lokal. Dia menjelaskan, saat ini volume lalu lintas Jalan Tol Bali Mandara telah menunjukkan adanya peningkatan pasca terjadinya erupsi Gunung Agung pada bulan September 2017. Peningkatan volume lalu lintas tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat menggunakan jalan tol semakin tinggi, dan pariwisata di Bali berangsur-angsur pulih.

Tito juga mengatakan, Jalan Tol Bali Mandara telah memberikan kontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Bali, terutama mobilitas barang dan jasa. Dalam sehari rata-rata jumlah kendaraan yang melewati Jalan Tol Bali Mandara sebanyak 61.482 kendaraan.

"Distribusi barang dan jasa akan lebih lancar jika melewati jalan tol, dan dampak positif tentunya juga dirasakan masyarakat," ucap Tito didampingi Kepala Divisi Operasi, Ahmad Izzi.

Sementara itu, dikonfirmasi terkait adanya keluhan pengguna jalan karena sulitnya mencari tempat isi ulang atau top up uang elektronik di luar jalan tol, serta panjangnya antrian pada jam-jam sibuk khususnya di Gerbang Tol Nusa Dua, Tito menyampaikan permohonan maaf dan meminta kerjasama masyarakat untuk selalu menyiapkan uang elektronik (Unik) dengan saldo cukup.

"Kalau semua pengguna jalan tol memiliki kesadaran kolektif demi kepentingan bersama, maka transaksí tol dengan Unik hanya butuh waktu sekitar 2 detik. Tapi kalau tidak bawa Unik, atau saldonya tidak cukup maka untuk beli atau isi ulang Unik di gerbang tol bisa memakan waktu 3-4 menit. Hal inilah penyebab mengapa antrian panjang terjadi," beber Tito.

Secara teknis dijelaskannya, dengan asumsi setiap transaksi perlu waktu 3 detik, maka setiap gardu tol dapat melayani 20 kendaraan per menit, atau 1.200 kendaraan per jam. Kalau gardu mobil di gerbang tol Nusa Dua ada empat, berarti setiap jamnya dapat melayani 4.800 kendaraan. "Menurut hitungan kita mestinya tidak akan ada antrian panjang karena belum melebihi kapasitas layanan transaksi," katanya.

Disamping itu kata dia, antrian panjang yang terjadi beberapa waktu lalu disebabkan karena adanya pengalihan arus lalu-lintas dari Bypass Ngurah Rai masuk ke jalan tol sehubungan dengan pembangunan underpass bundaran Ngurah Rai. "Antrian panjang itu terjadi karena banyak sekali pengguna jalan yang tidak memiliki maupun membawa Unik tapi saldonya kurang. Kalau isi ulang Unik di gerbang tol bisa memakan waktu relatif lama, bisa 3-4 menit, padahal standar waktu pelayanan minimal kita 6 detik," cetus Tito.

Berkenaan dengan hal itu, PT Jasamarga Bali Tol akan mulai mengurangi layanan penjualan dan isi ulang di gerbang tol. "Secara bertahap kita akan kurangi dan menghapus layanan penjualan dan isi ulang di gerbang tol. Sebagai gantinya, kita akan menyiapkan layanan drive thru penjualan dan isi ulang Unik. Kita akan mulai dari Gerbang Tol Benoa," sebutnya.

Saat ini ditambahkan Tito sudah ada satu layanan drive thru penjualan dan isi ulang Unik di Jalan Pelabuhan, tepatnya di bawah simpang susun Benoa. Pengguna jalan tol yang akan isi ulang atau membeli Unik dapat berkendaraan menuju arah Pelabuhan. Tepat di bawah simpang susun Benoa akan terlihat gardu drive thru penjualan dan isi ulang Unik. "Sementara baru satu, sekarang sudah buka tapi baru akan kita launching tanggal 26 Maret nanti. Ke depan akan dikembangkan di tiga tempat sebelum masuk jalan tol," tambahnya.