Diposting : 3 July 2018 00:05
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Perbankan,
Keterangan Gambar: 
Hizbullah (di tengah) Bambang Sugiharto (kanan)

BALI TRIBUNE - Guna mendorong pertumbuhan industri pariwisata Bali dan untuk mempererat kebersamaan, Industri Jasa Keuangan (IJK) Bali Golf Club akan mengadakan Open Tournament IJK Bali Golf 2018 pada 6-7 Juli 2018 di New Kuta Golf, Pecatu, Badung. IJK Bali Golf terbentuk pada 11 Maret 2018 dengan beranggotakan golfer dari lembaga jasa keuangan yang berkantor di Provinsi Bali diantaranya perbankan , IKNB, pasar modal dan stakeholder.

Melalui kegiatan yang mengundang partisipasi penghobi golf ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan terutama para penggemar olahraga golf di Bali. Tournament akan dihadiri oleh Ketua dan Anggota Dewan Komisioner OJK, Direksi dan Komisaris beberapa Lembaga Jasa Keuangan dan tamu VIP lainnya.

Ketua Panitia Tournament IJK Bali Golf 2018, Bambang Sugiharto mengatakan dukungan dari industri jasa keuangan terhadap event yang termasuk sport tourism ini sangat besar. "Dari sponsor yang ada yakni dari industri jasa keuangan dapat kami kumpulkan partisipasi Rp 1,2 miliar untuk terselenggaranya acara ini," katanya saat konferensi pers di Badung, Senin (2/7).

Pihaknya berharap kedepan ajang tersebut dapat lebih meningkat dari skala lokal menjadi nasional dan internasional. "Seperti beberapa event di Bali yang bersifat internasional. Ini akan menjadi event tahunan dan sekarang ini yang pertama," sebut Bambang.

Begitu pula disebutkan Bambang hadiah-hadiah yang disiapkan pun menggiurkan yakni terdapat 8 unit mobil mewah dan tabungan untuk hole in one serta hadiah lainnya. "Tempat penyelenggaraan tournament ini nomor tiga terbaik di Asia," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusra, Hizbullah menyatakan bahwa event golf tersebut merupakan acara yang diadakan IJK Bali Golf Club. "Meski sifatnya baru lokal tapi permainanya nasional karena dihadiri oleh direksi dan komisaris beberapa lembaga jasa keuangan dari Jakarta," terang Hizbullah.

Kegiatan ini dikatakannya untuk mendukung pertumbuhan pariwisata Bali. Mengingat pasca Gunung Agung erupsi pada akhir 2017 lalu jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata mengalami penurunan. Sehingga event ini menjadi kesempatan baik untuk membangkitkan kembali industri pariwisata Bali. "Tournament ini untuk memacu pertumbuhan wisatawan ke Bali. Minimal wisatawan golf dari Jakarta dan lain juga luar negeri," imbuhnya.

Acara ini ditambahkan Hizbullah minimal bisa mengangkat nama Bali. Hal itu merupakan salah satu sumbangan industri perbankan untuk pariwisata Bali. "Karena wisatawan golf itu berduit dan bisa lama di Bali dan membelanjakan uangnya di Bali. Karena persaingan pariwisata sangat ketat dan wisatawan begitu sensitif makanya kita buat terus terobosan untuk mendatangkan wisatawan," ucapnya.