Diposting : 3 July 2018 22:40
redaksi - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
AKP Teuku Ricki dan IPTU Aan Saputra memperlihatkan barang bukti dan pelaku
BALI TRIBUNE - Anggota Reskrim Polsek Kuta mengambil tindakkan tegas terhadap otak geng spesialis jambret bule di kawasan Kuta, Pandu Sudrajat (26). Pria kelahiran Madura, 01 Juli 1992 ini terpaksa ditembak petugas pasa betis kaki kanannya lantaran berusaha kabur saat ditangkap di tempat kosnya di Jalan Sriwijaya Gang Batako Legian, Kuta, Kamis (28/6) pukul 08.00 Wita. Masih pada hari yang sama, polisi juga meringkus dua orang anak buahnya, Mohamad Arif (28) di Jalan Gunung Batukaru Denpasar dan Abdullah alias Dullah (32) di Jalan Patasari Kuta. Sementara seorang pelaku lagi berinisial RD masih berstatus buron. "Dengan terpaksa kita tembak kakinya karena berusaha kabur saat hendak ditangkap," ungkap Kapolsek Kuta  AKP Teuku Ricki Fandlianshah, SIk didampingi Kanit Reskrimnya IPTU Aan Saputra R.A., SIk., MH siang kemarin.
 
Terungkapnya geng ini berkat laporan seorang korban warga negara asing, Alisa Papova (30) dengan nomor laporan; LP-B. / 366 /VI/2018/ Bali / Resta dps / Sek Kuta, 03 Juni 2018. Dalam laporannya, pemilik pasport nomor MC2514955 ini mengaku, bahwa pada hari Minggu (3/6) jam 10.30 Wita, korban bersama temannya mengendarai sepeda motor di Jalan By Pass Ngurah Rai Kuta bermaksud jalan-jalan ke Discovery Mall namun kehilangan arah. Tiba - tiba arah samping kiri datang dua orang laki - laki mengendarai sepeda motor langsung mengambil paksa handphone yang dipegang korban. Atas kejadian tersebut, korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Kuta. Berdasarkan laporan tersebut, team opsnal yang dipimpin langsung IPTU Aan Saputra langsung menuju ke TKP mencari informasi dan saksi saksi yang ada di sekitar lokasi kejadian. "Setelah melakukan penyelidikan selama kurang lebih dua bulan, akhirnya team mendapat informasi tempat tinggal pelaku," tutur Teuku Ricki.
 
Selanjutnya pada Kamis (28/6) jam 08.00 wita pelaku dapat diamankan. Lantaran berusaha kabur sehingga petugas menembak kakinya untuk melumpuhkannya. Dari hasil introgasi, pelaku mengakui telah melakukan pencurian jambret sebanyak 15 kali yang tersebar di wilayah Kuta dalam kurun waktu dua bulan. Selanjutnya polisi melakukan pemgembangan dan berhasil menciduk dua rekannya. "Mereka semua ini residivis dan selalu beraksi bersama - sama. Tapi yang menjadi otaknya adalah Pandu ini. Sasarannya adalah para wisatawan asing yang sendirian atau di tempat sepi," paparnya.
 
Meski telah mengaku beraksi di 15 TKP, namun polisi masih terus melakukan pendalaman dan pengembangan lebih lanjut karena tidak menutup masih ada TKP yang lain. Sebab, para pelaku merupakan residivis dan spesialis penjambretan. "Pada kesempatan ini, kami juga mengimbau kepada para wisatawan atau masyarakat umum untuk selalu waspada. Jangan sendirian jalan di tempat - tempat sepi," imbuhnya.