Diposting : 17 May 2018 21:45
Khairil Anwar - Bali Tribune
CSR
Keterangan Gambar: 
RUTE LAUT - Pemerintah melalui perusahaan BUMN, PT. Pelindo III Surabaya membuka rute baru jalur laut yakni Cilacap - Ketapang, Banyuwangi - Celukan Bawang.

BALI TRIBUNE - Pemerintah melakukan upaya membuka potensi ekonomi baru melalui pintu pelabuhan yakni jalur laut atau lebih dikenal Tol Laut. Melalui perusahaan BUMN, PT.Pelindo III Surabaya, saat ini pemerintah tengah membuka rute baru jalur laut untuk memacu pertumbuhan ekonomi di tiga kabupaten. Rute laut  itu yakni Cilacap-Ketapang, Banyuwangi - Celukan Bawang.

Hal itu diungkap General Manager (GM) Pelindo III Cabang Celukan Bawang Dwi Rio Santoso, Rabu (16/5), usai menyerahkan dana bantuan hibah CSR Pelindo III senilai Rp 200 juta lebih kepada 24 penerima. Menurutnya, Program Tol Laut pemerintah Jokowi merupakan program untuk membuka jalur ekonomi antar kabupaten dan provinsi. Tujuannnya untuk menekan disparitas harga antar daerah agar tidak terlalu jauh selisihnya.

”Rute laut Cilacap-Banyuwangi-Celukan Bawang memang salah satunya untuk meminimalisir adanya disparitas harga barang. Rute pelayaran ini sudah mulai diawali dari Cilacap. Sekarang kapal perintis tengah berada di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi   dan bersiap menuju Pelabuhan Celukan Bawang,” ungkap Rio.

Rio mengatakan, dermaga Pelabuhan Celukan Bawang sudah disiapkan untuk menerima program tol laut tersebut. Rencananya, kapal perintis yang akan melayanai rute baru itu secara rutin akan singgah di Pelabuhan Celukan Bawang. ”Silakan masyarakat terutama para pengusaha, memanfaatkan peluang itu terutama untuk keperluan angkutan laut. Ini akan lebih menekan cost termasuk resiko macet di jalan raya,” ucap Rio.

Selain membuka jalur baru untuk rute kapal perintis Cilacap-Tanjung Wangi, Banyuwangi-Celukan Bawang, menurut Rio, dalam bulan ini pihaknya membuka jalur tol laut untuk lalu lintas angkutan ternak. ”Di bulan Mei ini rencanya akan ada pengiriman perdana 500 ternak sapi yang akan dikirim melalui Pelabuhan Celukan Bawang,” ungkapnya.

Ke depan, Pelabuhan Celukan Bawang diharapkan berkembang dan menjadi pelabuhan bongkar muat kebutuhan bahan pokok. ”Kami sedang lakukan penjajagan untuk angkutan kebutuhan pokok seperti tepung trigu, beras, gula pasir, kedelai dan beragam komoditas lainya  melalui Pelabuhan Celukan Bawang,” imbuh Rio. Untuk itu ia berharap dukungan semua pihak sehingga rencana untuk menghidupkan ekonomi Buleleng dan sekitarnya melalui jalur laut bisa terwujud.

Sementara itu, pemberian bantuan dana hibah  Corporate Social Responsibility (CSR)  kepada 24 penerima dari seluruh Kabupaten Buleleng telah diserahkan senilai Rp 267,5 juta. Para penerima tersebut beragam mulai lembaga pendidikan dan tempat ibadah. ”Ini program Bina Lingkungan CSR Pelindo III kepada masyarakat sekitar. Tahun sebelumnya sudah kita salurkan senilai Rp 1,5 miliar dan ditahun ini baru sebesar Rp 267 juta lebih,” tandasnya.