Diposting : 8 October 2018 14:26
Redaksi - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
SAJAM – Polisi menunjukkan senjata tajam yang diamankan dari seorang penumpang ferry penyeberangan Padang Bai-Lembar, Minggu (7/10).
BALI TRIBUNE - Sehari jelang pelaksanaan IMF-World Bank Annual Meeting di Nusa Dua, yang diselenggarakan tanggal 8-14 Oktober, pengamanan pintu masuk Bali terus diperketat. Salah satunya di Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, yang menjadi pintu masuk paling timur Bali.
 
Pantauan koran ini di Pelabuhan Padang Bai, Minggu (7/10), Polres Karangasem menerjunkan puluhan personel melakukan penjagaan di  pintu masuk dan keluar pelabuhan. Sayangnya, dua perwira yang bertugas, masing-masing Kasat Polair Polres Karangasem AKP Made Wartama sebagai Pawas serta AKP Wayan Wardana tidak bersedia memberikan keterangan terkait kegiatan pemeriksaan dan penjagaan di Padang Bai tersebut.
 
“Ada penebalan personel yang melakukan pengamanan, penjagaan dan pemeriksaan di pintu keluar dan masuk pelabuhan. Untuk siang dilibatkan sebanyak 48 personel dan jaga malam sebanyak 48 personel gabungan dari Polres Karangasem dan Polsek Padang Bai,” ucap AKP Wayan Wardana.
 
Memang untuk pemeriksaan kendaraan, orang dan barang yang masuk Bali melalui pintu pelabuhan sangat ketat. Saking ketatnya, tidak ada satupun kendaraan maupun orang yang baru turun dari kapal lolos pemeriksaan petugas. Setiap kendaraan yang keluar dari kapal langsung dihentikan untuk diperiksa surat-surat dan kelengkapan kendaraan, termasuk pemeriksaan identitas pengemudi dan penumpang. Tidak sampai di situ, polisi juga menggeledah barang muatan di atas truk termasuk bagasi di kendaraan pribadi dan bus.
 
 Dalam penggeledahan kemarin, polisi mengamankan sebuah parang yang disimpan salah satu sopir truk di balik jok tempat duduknya. Parang yang berukuran besar tersebut diamankan dari truk bernomor polisi F 8419 SK, yang dikemudikan Imam Wahyudi asal Kota Bima, NTB. Atas kepemilikan parang tersebut, yang bersangkutan bersama temannya Amrullah Ilyas asal Jakarta, langsung digelandang ke Mapolsek Padang Bai untuk diinterogasi.
 
 “Parang itu milik saya! Itu saya pakai untuk membersihkan kayu di gunung. Dan saya lupa menaruhnya kembali di rumah,” ungkap Imam Wahyudi, kepada koran ini.
 
Hingga kemarin keduanya masih diperiksa oleh anggota dari Polsek Padang Bai. “Kami hanya mengamankan yang bersangkutan, untuk proses selanjutnya kita serahkan ke Polsek Padang Bai. Silakan tanyakan ke Polsek Padang Bai,” kata Pawas AKP Made Wartama.