Diposting : 13 January 2019 20:14
Redaksi - Bali Tribune
Salah satu rangkaian padudusan agung yang dilaksanakan di pura Goa Lawah
BALI TRIBUNE - Puncak Karya Padudusan agung di Pura Goa Lawah, akan dilaksanakan pada Selasa (15/1) besok. Namun sebelumnya sudah diawali dengan  berbagai kegiatan, antara lain; Nyujukang Taring, Ngunggahang Sunari, Nyuci, Nuhur Tirtha Ring Pura Sad Khayangan di Bali. Dan Minggu (13/1) kemarin, dilaksanakan upacara; Melasti, Mepepade dan Ngaturang Pekelem di Segara Goa Lawah.
 
Menurut Bendesa Pura Goa Lawah dr. Bagus Darmayasa, puncak karya pujawali dipuput dua sulinggih, yaitu Ida Pedanda Istri Anom keniten dari gria jumpung anyar Dawan Kelod,  dan Ida Pedanda Buda Wayan Darma Sogata  dari Gria Wanasari. "Dalam rangkaian karya ini juga dilaksanakan Pawintenan beberapa warga pengempon dan warga lainnya. Karya piodalan ini di mulai Selasa (15/1) selama 7 hari dan Ida Betara Mesineb  (22/1) pukul 15.00 Wita," ungkapnya.
 
Kepada umat Hindu di Bali maupun di luar Bali, yang ingin bersembahyang diharapkan menyesuaikan dengan waktu dudonan karya. Selain itu, bagi umat sedarma yang melaksanakan upacara nyegara gunung agar menghindari tabrakan jadwalnya dengan upacara yang sedang berlangsung di Pura Goa Lawah. "Pada kesempatan ini juga kami mengimbau kepada para wisatawan yang berkunjung ke Goa Lawah, hanya diperkenankan masuk sampai di Madya Mandala. Panitia juga akan mengatur pemedek yang ingin sembahyang dengan sistim kartu antrian agar pemedek yang akan sembahyang bisa teratur dan nyaman," ujarnya.