Pakepung Hadapi Tantangan Sirkuit Berlumpur | Bali Tribune
Diposting : 15 August 2016 14:04
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
festival
MAKEPUNG - Bupati Jembrana, I Putu Artha, saat melepas peserta Makepung Bupati Cup di Sirkuit Satya Jayanti, Desa Tuwed, Melaya Minggu (14/8).

Negara, Bali Tribune

Sebagai rangkaian dari pelaksaan Jembrana Festival (JFest) 2016, Minggu (14/8) pagi, kembali diselengagarakan Lomba Makepung memperebutkan Piala Bergilir Bupati Jembrana di Sirkuit Satya Jayanti, Desa Tuwed, Melaya.

Perlombaan tradisi khas Jembrana antar dua blok yakni Ijogading Barat dan Ijogading Timur kali ini menghadapi tantangan sirkuit yang berlumpur. Pasalnya, sehari menjelang Makepung berlangsung, Jembrana termasuk juga lokasi sirkuit diguyur hujan deras. Bahkan, di lokasi start, lumpur cukup dalam dan becek sehingga cikar (kereta) maupun kusirnya harus rela dikotori oleh lumpur.

Sirkuit berlumpur ternyata cukup mempengaruhi kecepatan kerbau berlari, selain karena lumpurnya menempel di roda kereta, sirkuitnya pun menjadi licin. Sirkuit berlumpur ini nampaknya menjadi tantantangan tersendiri bagi kedua blok. Pekepung dari kedua blok baik Ijogading Barat maupun Ijogading Timur tetap menunjukkan perlawanan.

Bahkan skor yang dikumpulkan oleh kedua blok saling salip menyalip untuk meraih skor tertinggi. Hingga memasuki babak final, skornya masih bersaing ketat. Hingga berakhir, pakepung Blok Ijogading Barat unggul satu point dari Pakepung Blok Ijogading Timur dengan skor 28 : 27.

Selain melepas peserta di garis start, Bupati Jembrana, I Putu Artha, juga secara langsung menyerahkan piala bergilir kepada blok Ijogading Barat ditengah-tengah sirkuit didampingi Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa, Wakapolres Jembrana, Kompol Anak Agung Gede Rai Laba, Kasdim 1617/ Jembrana, Mayor Inf Nanang Sulistyo, Sekda Jembrana, Gede Gunadnya dan sejumlah pejabat lainnya.

Bupati Artha menyebutkan, Makepung merupakan atraksi yang luar biasa tidak saja bagi masyarakat Jembrana tetapi juga bagi wisatawan asing yang secara khusus datang ke Jembrana untuk bisa menyaksikan balapan kerbau ini.

Begitupula jumlah pasangan kerbau terus meningkat dan tidak pernah sepi penonton, meskipun kondisi sirkuitnya berlumpur. Selain itu menurut Bupati Artha, juara bukan menjadi tujuan utama, tetapi yang lebih penting dari kejuaraan adalah pelestarian tradisi.

Jika dibandingkan dengan hadiahnya, biaya yang dikeluarkan untuk merawat, berlatih, pakan kerbau hingga akomodasinya tentu tidak sebanding dengan hadiah yang didapatkan. Karena sudah menjadi kegemaran, warisan dan juga hiburan, penggemar Makepung tidak pernah menghitung dan membandingkan dengan apa yang akan diperolehnya. Hal ini pula yang membuat Bupati Artha bangga dengan sekaa Makepung yang makin eksis dalam menjaga tradisi Makepung.