Bali Tribune, Jumat 27 April 2018
Diposting : 25 July 2016 11:52
redaksi - Bali Tribune
lukisan
Keterangan Gambar: 
PAMERAN - Sejumlah lukisan yang disajikan dalam pameran senirupa“TRIP” di Bentara Budaya Bali, 26 Juli – 3 Agustus 2016.

Sejumlah perupa muda yang tergabung dalam Bali Emerging Artist menggelar pameran bersama yang bertajuk “TRIP” di Bentara Budaya Bali, 26 Juli – 3 Agustus 2016. Pembukaan berlangsung Senin (25/7) pukul 18.30 WITA di Jl. Prof. Ida Bagus Mantra No.88A, Ketewel.

Dalam pameran bersama kali ini, 18 seniman tidak hanya menampilkan karya-karya dua dimensi, tetapi juga mengekspresikan tema pameran di dalam karya-karya tiga dimensi atau instalasi.  Menurut kurator pameran, I Made Susanta Dwitanaya, para seniman yang terlibat kali ini merupakan lulusan dari berbagai sekolah tinggi seni, seperti ISI Denpasar, ISI Yogyakarta, juga Seni Rupa Undiksha. Melalui eksibisi ini mereka menghadirkan upaya pembaruan merespon tema yang diandaikan sebagai sebuah perjalanan panjang atau “Trip”.

“Materi pameran bukan hanya lukisan atau karya-karya terkini seniman, tetapi juga arsip-arsip berupa sket atau foto, atau catatan pribadi yang menggambarkan proses cipta mereka selama ini,” ungkap Susanta.

Para perupa ini adalah angkatan kelahiran tahun 80an, yang termuda tahun 1993. Mereka meluapkan seluruh ekspresi pencarian dan penemuan dirinya dalam aneka perspektif masing-masing, serta mengeksplorasi berbagai media dalam beragam kemungkinan kreatifnya.

Para perupa yang terlibat dalam pameran ini antara lain;  I Gede Jaya Putra (Dekde), I Gede Sugiada (Anduk), I Komang Trisno Adi Wirawan, I Made Agus Darmika, I Made Putra Indrawan (D’Awan), I Made Suartama (Bijal), I Nyoman Suarnata (Rako), I Putu Aan Juniartha, I Putu Adi Suanjaya “Kencut”, I Wayan Sudarsana, Ida Bagus Komang Sindu Putra, Kadek Jefri Wibowo, Made Pande Giri Ananda, Ngakan Putu Agus Arta Wijaya, Nyoman Suyadnya, Putu Sastra Wibawa, Rio Saren dan Widhi Kertiya Semadi.

Karya-karya yang dipamerkan juga menunjukkan pergaulan kreatif di kalangan para perupa muda ini yang berlangsung guyub dan hangat. Mereka secara otentik mengedepankan corak dan kekuatan masing-masing, menyiratkan bahwa kebersamaan di dalam komunitas ini tidak menjadi beban yang menghalangi pencarian dan keleluasaan berekspresi.

“Pada akhirnya pameran “TRIP” ini adalah sebuah peristiwa dimana para perupa muda yang menjadi peserta pameran ini menampilkan kisah di sela sela perjalanan mereka memperjuangkan kehadiran diri mereka pada medan seni rupa, “ jelas Susanta Dwitanaya dalam pengantarnya.

Selain pameran, mereka juga akan menyelenggarakan lokakarya atau workshop pada Minggu (31/7). Para seniman muda ini akan berbagai pemahaman dan pengalaman menyangkut proses cipta dan upaya mereka membangun komunitas, berikut merespon tema pameran yang disepakati bersama.

Sebagai respon kreatif atas tematik pameran ini akan ditampilkan pula sebuah performing art oleh Komunitas Puntung Rokok atau KONTUR. Komunitas ini berdiri pada 17 Oktober 2008, bermula dari sekelompok mahasiswa dan alumni Undiksha Singaraja. Kelompok ini kerap melakukan pertunjukan teater, performing art, instalasi dan pameran seni rupa.