Bali Tribune, Rabu 25 April 2018
Diposting : 13 April 2018 17:21
Djoko Moeljono - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
DENKAV -- Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, SIP., ketika diangkat dan panggul para parajurit TNI AD di sela acara peresmian Detasemen Kavaleri (Denkav) 4/Simha Pasupati, di Tuban, Kuta, Kabupaten Badung, Kamis (12/4).
BALI TRIBUNE - Seiring perkembangan lingkungan strategis dengan kemungkinan berbagai ancaman dan hambatan yang dihadapi Kodam IX/Udayana, sehingga pembangunan kekuatan dan penataan satuan jajaran Kodam IX/Udayana merupakan kebutuhan yang mendesak dan harus segera diwujudkan.
 
Disamping itu wilayah Kodam IX/Udayana, khususnya Provinsi Bali sebagai destinasi wisata domestik dan mancanegara sering dijadikan sebagai tempat pelaksanaan even-even berskala nasional maupun internasional, sehingga memerlukan pengamanan VIP dan VVIP yang ekstra serta personel yang lebih banyak. “Keamanan dan kenyamanan wilayah Kodam IX/Udayana, khususnya Bali harus tetap terjaga dengan baik, karena masyarakat dunia melihat Indonesia hanya dengan melihat Bali, jika Bali aman maka tentunya Indonesia secara keseluruhan juga aman,” ujar Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, SIP., ketika meresmikan Detasemen Kavaleri (Denkav) 4/Simha Pasupati, di Tuban, Kuta, Kabupaten Badung, Kamis (12/4).
 
Secara historis Denkav 4/Simha Pasupati Kodam IX/Udayana pada awal berdirinya merupakan Satuan Setingkat Peleton (SSP) di bawah perintah (BP) Kodam IX/Udayana dalam tugas pengamanan VIP/VVIP dengan nama satuan Peleton Kavaleri Khusus Pasukan Pengamanan VIP (Tonkavsus Paspamvip), kemudian divalidasi menjadi Kikavser Kodam IX/Udayana.
 
Dalam perkembangan selanjutnya, berdasarkan Perkasad Nomor: 57/2017 tanggal 4 Oktober 2017 tentang penataan satuan dan pembentukan satuan baru di jajaran TNI Angkatan Darat (AD), Kikavserdam IX/Udayana diadakan penataan dan ditingkatkan menjadi Denkav 4/Simha Pasupati Kodam IX/Udayana.
 
Denkav 4/Simha Pasupati merupakan satuan Kavaleri yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pertempuran darat bersifat “mobile” dan mampu bereaksi cepat sebagai penangkal handal dengan titik berat pada operasi pengintaian dan pengamanan serta melaksanakan tugas pengamanan di wilayah Kodam IX/Udayana.
 
Mengingat tugas dan tanggung jawab yang diemban sangat berat, Pangdam memerintahkan kepada seluruh prajurit Denkav 4/Simha Pasupati agar memegang teguh “Tri Daya Cakti” yang berarti memiliki daya gerak, daya tembak, dan daya kejut yang tinggi maupun semboyan “Queen of The Battle”. “Sesanti maupun semboyan ini harus benar-benar dipahami dan dijiwai serta dilaksanakan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” kata Jenderal Benny Susianto. 
 
Selain tugas pokok tersebut, Denkav 4/Simha Pasupati juga memiliki tugas khusus protokoler pengamanan tamu-tamu negara, baik VIP maupun VVIP yang berkunjung ke wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Masalah tugas dan tanggung jawab terhadap pengamanan tamu kenegaraan ini harus menjadi prioritas karena berkaitan erat dengan citra bangsa Indonesia.
 
“Jangan sampai terjadi kesalahan sekecil apapun terhadap prosedur pengamanan tamu-tamu kenegaraan, karena itu betapa penting dan strategisnya keberadaan Detasemen Kavaleri 4/Simha Pasupati Kodam IX/Udayana, untuk itu diharapkan kepada Pemda dan seluruh masyarakat, terutama yang berada di sekitar Markas Detasemen Kavaleri 4/Simha Pasupati Kodam IX/Udayana untuk menerima dan mendukung sepenuhnya keberadaan Detasemen Kavaleri ini,” harap Pangdam.
 
Turut hadir, Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri, Irdam IX/Udayana Kolonel Czi Lalu Rudy Irham Srigede, ST., MSi,, Danrem 163/Wira Satya Kolonel Inf I Gede Widiyana, SH., Danrindam IX/Udayana Kolonel Inf Windiyatno, para Perwira Staf Ahli, beberapa Asisten Kasdam, LO AL, LO AU, para Komandan/Kabalak satuan jajaran Kodam IX/Udayana, Ketua dan Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana serta sejumlah undangan lainnya.