Diposting : 11 January 2018 21:28
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
pasar
Para pedagang yang nampak bengong menanti para pembeli yang selalu sepi di eks Tiara Grosir Jalan Cokroaminoto Denpasar.

BALI TRIBUNE - Semenjak pedagang Pasar Badung yang dipindahkan ke eks Tiara Grosir Jalan Cokroaminoto Denpasar, pendapatan pedagang selalu menurun.  Bahkan penurunan pendapatan pedagang menurun drastis. Mengingat hal tersebut, para pedagang pun berharap untuk segera bisa menempati pasar yang baru yakni di Pasar Badung seperti dahulu kala.


Salah satu pedagang Ni Ketut Dresti, Rabu kemarin (10/1) mengaku sangat bersyukur dapat tempat berjualan setelah pasar dipindahkan. Namun dirinya mengungkapkan mengalami penurunan pengasilan sangat drastis. "Ini diberikan tempat saja sudah bersyukur, tetapi karena akses jalan dan kapasitas juga terbatas pendapatan semenjak di sini mengalami penurunan. Kalau di tempat lama sebelum kebakaran kan semua blok dagangan  bisa dilewati pembeli. Sedangkan di sini palingan pembeli sampai depan saja, dan jarang masuk sampai dalam," ungkapnya.


Selain itu, Dresti juga mengaku dagangannya dalam seminggu bisa laku dua atau tiga item saja. Sedangkan jika lewat dari tujuh hari bisa saja dagangannya busuk. Bahkan untuk persediaannya yang ia pesan dari Jawa , datangnya seminggu sekali. Namun pada tempat yang lama dalam seminggu dirinya mengaku mendatangkan stok dalam seminggu bisa dua kali.


"Kalau rerahinan kadang ramai, tetapi hari biasa ada saja pembeli satu sampai tiga orang saja. Itupun jika tidak hujan, kalau hujan paling banyak dua orang pembeli saja yang membeli dagangan saya," tandasnya.


Dresti mengaku ingin cepat-cepat pindah ke pasar yang baru. Selain merupakan jalur ramai pembeli, juga untuk memulihkan kembali penghasilan yang ia rasakan menurun sampai saat ini."Istilahnya lebih besar pasak dari pada tiang, belum lagi untuk bayar barang dagangan agar balik modal," imbuhnya.


Dresti mengetahui peroses pembangunan di pasar badung telah selesai pada tahap pertama. Dirinya juga mengaku tidak sabar untuk mencari pelanggan lama pada tempat yang baru. Sehingga dalam proses pembangunan ke depannya supaya diizinkan untuk melihat-lihat lokasi nantinya yang akan ditempati.


Dikonfrimasi terpisah, Kepala Bagian Pengawasan PD Pasar Kota Denpasar, , Anak Agung Ngurah Yuliartha menjelaskan ketika proses pembangunan tahap dua selesai, pedagang akan segera dipindahkan ke Pasar Badung. Sebab ia juga mengaku  para pedagang selalu bertanya-tanya kepadanya kapan akan pindah. "Pada kunjungan komisi tiga DPRD Kota Denpasar itu kan sudah ada perwakilan lima orang dari pedagang. Di sana mereka agar melihat secara langsung sejauh mana sudah proses pengerjaannya," terangnya.


Yuliartha juga mengatakan memang para pedagang yang mengatakan meja yang sudah jadi sedikit tinggi, sehingga susah dalam berjualan. Namun pihaknya juga mengarapkan ketika itu bisa dirubah sesuai keinginan pedagang akan disesuikan dengan prosedur yang berlaku.