Diposting : 5 September 2017 15:54
San Edison - Bali Tribune
Nyoman Sugawa Korry
Keterangan Gambar: 
Nyoman Sugawa Korry

BALI TRIBUNE - Hingga saat ini, belum ada satupun partai politik di Bali yang sudah menerbitkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung pada Pilgub Bali 2018 mendatang. Kalaupun ada rekomendasi, hal tersebut masih sebatas rekomendasi nama tunggal, sebagaimana dilakukan Partai Golkar dan Partai NasDem.

Partai NasDem misalnya, sejak tahun lalu sudah merekomendasikan nama Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, sebagai calon gubernur. Sementara Partai Golkar, juga sudah merekomendasikan nama Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Ketut Sudikerta sebagai calon gubernur. Kedua partai ini tak menyertakan nama calon wakil gubernur dalam rekomendasinya.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Bali Nyoman Sugawa Korry, mengaku bahwa masing-masing partai politik memiliki strategi dalam menentukan calon.Ia berpandangan, untuk menentukan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung, tentu harus mencermati dinamika politik yang berkembang.

"Ini politik.Kita tentu melihat perkembangan. Dan ini memerlukan strategi. Kita tidak bisa serta-merta tentukan pasangan calon," ujar Sugawa Korry, di Gedung DPRD Provinsi Bali, Senin (4/9).

Ia membantah keras spekulasi yang berkembang, bahwa Partai Golkar saat ini kesulitan menentukan figur yang ideal sebagai calon wakil gubernur untuk mendampingi Ketut Sudikerta. Menurut dia, pihaknya sama sekali tidak kekurangan stok figur untuk ditandemkan dengan Ketut Sudikerta.

"Tidak benar kalau dibilang kita sulit mendapatkan figur.Itu keliru. Justru kami sudah punya (figur) kok," tandas Sugawa Korry, yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali.

Disinggung kenapa belum berani mengumumkan pasangan calon yang akan diusung, ia berkilah bahwa itu adalah bagian dari strategi. Selain itu, Sugawa Korry juga tak menampik jika saat ini rata-rata partai politik masih saling menunggu dan saling mengintip.

"Kita masih saling menunggu.Saling intip. Kita akan lihat strategi lawan, karena semua varian pasangan calon harus ada antitesanya. Tidak asal ditentukan saja," tegas Sugawa Korry.

Ia bahkan buka-bukaan bahwa pihaknya belum mengumumkan pasangan calon karena masih menunggu pasangan calon yang akan diusung oleh PDIP. "Kita lihat dululah, siapa yang diusung PDIP,"  pungkas Sugawa Korry.