Diposting : 17 May 2018 22:03
Agung Samudra - Bali Tribune
RSJ
Keterangan Gambar: 
MELUKIS - Pasien RSJ Provinsi Bali di Bangli mengikuti kegiatan melukis untuk persiapan pameran di Jakarta.

BALI TRIBUNE - Aktivitas pasien di RSJ Provinsi Bali di Bangli semakin diasah, seperti halnya kegiatan melukis yang dilaksanakan di gedung rehabilitasi RSJ Bali, Selasa (15/5). Pasien tersebut dipersiapkan untuk mengikuti pameran di Galeri Nasional pada bulan Okteber mendatang. Namun sebelum itu sejumlah pasien yang memiliki kemampuan menggambar diseleksi, dinilai hasil karya lukisannya.

Hendro Masto dari Art Brut menyamapaikan bila pasien RSJ Bangli (penyandang disabilitas kejiwaan) akan mengikuti festival bebas tanpa batas yang notabene mendapat dukungan langsung dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam festival tersebut tidak hanya menampilkan karya seni rupa dari penyandang disabilas, namun ditampilkan pula seni pertunjukan. Kegiatan tersebut nantinya akan mengambil tempat diruang publik seperti Bandara Soekarno Hatta, hal tersebut untuk menunjukan kepada khalayak luas para penyadang disabilitas mampu berkreatifitas.

Lanjutnya, hasil karya para penyandang disabilitas tidak dinilai dari unsur kasihan, namun dilihat nilai seninya. “Ini  berbicara karya seni, bukan hanya semata-mata kasihan atau iba seuatu karya dinilai,” ujarnya. Kemudian sebelum mengikuti festival bebas tanpa batas, terlebih dahulu akan dilaksanakan pameran pendamping, dan nantinya akan diikuti beberapa rumah sakit jiwa seperti Bali, RSJ Solo, RSJ Lawang, dan Jakarta. Pameran pendamping akan dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober.

Para pasien yang mengikuti seleksi lebih dulu menggambar di atas kertas, hasilnya tersebut langsung dinilai. Kemudian setelah itu baru para pasien yang terpilih melukis langsung diatas kanvas.

Wadir Pelayanan RSJ Provinsi Bali I Dewa Gede Basudewa menyampaikan, pasien yang mengikuti seleksi sebanyak 16 orang. Namun dari sekian pasien tersebut akan dipilih beberapa orang yang dinilai memiliki kemampuan dalam bidang melukis. Kegiatan seperti ini dapat mendukung proses penyembuhan bagi para pasien. Dewa Basudewa menambahkan kegiatan seperti ini diupayakan bisa berkelanjutan. “Mereka yang mengikuti seleksi sudah terbiasa menggambar meski hanya di timbok ataupun selembar kertas,” sebutnya di sela-sela kegiatan.