Diposting : 14 June 2018 22:55
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Bupati Artha
Keterangan Gambar: 
SIDAK - Bupati Artha saat sidak di Pasar Umum Negara, Rabu (13/7).

BALI TRIBUNE - Memasuki H-2 Lebaran ketersediaan sembako di Kabupaten Jembrana dipastikan masih aman. Untuk memastikan ketersediaan komoditas sembako dipasar menjelang menjelang Hari Raya Idul Fitri, Bupati Jembrana I Putu Artha langsung melakukan pemantauan ke Pasar Umum Negara, Rabu (13/6). Selain mengecek pasokan sebako, di pasar terbesar di Kabupaten Jembrana itu, Bupati Artha juga secara langsung mengecek harga jual sembako.

Bupati Artha yang turun didampingi Kapala  Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Jembrana, Made Gede Budhiarta mengatakan  pemantauan pasar ini dilakukan untuk memberi rasa nyaman kepada masyarakat, terkait kondisi perekonomian masyarakat terlebih menjelang peraytaan hari raya. Kendati dalam pemantauan tersebut dipastikannya beberapa stok sembako aman hingga Idul Fitri, namun pihaknya meminta pedagang dan pengusaha agar bersama-sama menjaga kestabilan harga agar masyarakat jangan terbebani apalagi saat memasuki hari raya. "Dari hasil pemantauan yang kami lakukan, stok  harga komoditi juga masih stabil tidak ada lonjakan.  Hanya harga cabai saja yang agak naik,” ungkap Bupati Artha.

Di Pasar Umum Negara harga jual cabai mengalami kenaikan rata-rata mencapai  Rp5 ribu per Kg. Cabai besar lokal dijual Rp40 ribu per Kg sedangkan cabai kecil Rp.40 ribu per Kg. Begitupula harga jual komoditi lainnya terpantau masih relatif stabil seperti bawang lokal super Rp 28 ribu per Kg, Bawang biasa 26 ribu per Kg, bawang putih super lokal Rp 40 ribu per Kg, bawang putih biasa Rp 20 ribu per Kg, ayam broiler Rp 35 ribu per Kg dan telor ayam ras dijual Rp.1500  per butir.

Untuk pasokan dan harga beras yang merupakan komoditas bahan makanan pokok warga ditemui juga dalam kondisi stabil. Untuk beras jenis premium Rp.12 ribu per Kg, beras jenis medium Rp.9.400 per Kg. Salah seorang pedagang sembako di Pasar Umum Negara, Gede Darmika mengakui terjadinya kenaikan harga cabai tersebut. Kenaikan harga cabai itu menurutnya akibat tersendatnya pasokan dari pengepul di Jawa. Ia juga mengakui permintaan masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pokok tetap tinggi.

Selain memantau ketersediaan dan harga sembako, Bupati Artha saat blusukan dari los sayur sampai ke los daging  ayam dan ikan yang berada dibelakang pasar menemukan beberapa sudut los pasar yang kondisinya sudah rusak. Kerusakan pada bangunan pasar yang kini dikelola Dinas Koperindag Kabupaten Jembrana itu seperti kawat penutup saluran air los daging yang mulai jebol serta beberapa atap dilos sayur yang dilihatnya sudah lapuk karena usia. Menyikapi sejumlah kerusakan dilos pasar induk tersebut,  pihaknya mengaku sudah merencanakan untuk diadakan revitalisasi terhadap bangunan Pasar Umum Negara.

Revitalisasi Pasar Umum Negara yang telah direncanakan  itu menurutnya bertujuan untuk menciptakan suasana pasar nyaman bagi masyarakat yang berbelanja dipasar tradisonal.  “Kita ingin bangunan pasar terbesar ini lebih bersih, nyaman, lapang sehingga pembeli lebih nyaman belanja. Lantainya juga ingin kita ganti dengan ubin permanen sehingga bersih dan tidak becek saat hujan. Revitalisasi ini bukan mengganti bangunan jadi lantai dua, namun tetap  mempertahankan seperti sekarang yang tidak bertingkat,” papar Bupati Artha.

Untuk mewujudkan ide tersebut ia mengaku telah berkordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan.