Bali Tribune, Minggu 21 Januari 2018
Diposting : 10 January 2018 21:39
San Edison - Bali Tribune
Gubernur
Keterangan Gambar: 
Gubernur Bali I Made Mangku Pastika foto bersama pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra dan I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) di Ruang Transit Pendaftaran KPU Bali, Selasa (9/1).

BALI TRIBUNE - Hubungan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika dengan Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, selama ini dikabarkan tak terlalu harmonis. Bahkan antara Pastika dan Rai Mantra, terkesan terjadi 'perang dingin'.

Kesan ini tak berlebihan, mengingat beberapa kali gubernur mengundang bupati dan wali kota se-Bali, justru Rai Mantra dikabarkan tak pernah hadir. Terakhir saat Pemprov Bali membangun RS Indera, Rai Mantra justru tak menerbitkan izin mendirikan bangunan (IMB).

Hanya saja kesan tak harmonisnya hubungan kedua pemimpin ini tak terlihat saat Gubernur Bali meninjau pendaftaran pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta), di Kantor KPU Bali, Jalan Tjok Agung Tresna Renon, Denpasar, Selasa (9/1).

Tiba di Ruang Transit Pendaftaran di Kantor KPU Bali, Pastika langsung menyapa pasangan Mantra-Kerta, tim Koalisi Rakyat Bali (KRB) serta jajaran Komisioner KPU Bali. Suasana tampak cair, dalam pertemuan tersebut.

Bahkan keakraban dan “kemesraan” begitu tampak, saat Pastika berpelukan dengan Sudikerta serta menyalami Rai Mantra. Rai Mantra dan Sudikerta, bahkan tampak sumringah dikunjungi orang nomor satu di Pulau Dewata itu.

Dalam pertemuan singkat tersebut, tak banyak hal yang disampaikan Pastika kepada Rai Mantra dan Sudikerta maupun KPU Bali. Salah satunya, Pastika mengharapkan Pilgub Bali 2018 ini berjalan lancar, aman, damai serta tetap tercipta kerukunan dan persaudaraan di masyarakat.

“Saya mohon partisipasi dari Bapak/ Ibu, teman-teman, supaya kita tetap bersaudara. Jangan sampai gara-gara ini (Pilgub Bali), kita lepas bersaudara, sebab kita semua menyama. Saya harapkan semua berjalan baik, damai, aman, lancar dan fair (adil),” ujar Pastika.

Mantan Kapolda Bali itu juga berharap, Pilgub Bali kali ini bebas dari politik uang dan kampanye hitam. “Saya selaku pembina politik di daerah, berharap dalam Pilkada ini semua bisa berjalan dengan baik. Tidak ada politik uang, tidak ada kekerasan, tidak ada black campaign (kampanye hitam)," pinta Pastika.

Pastika juga menyampaikan selamat berjuang kepada Mantra-Kerta dan selamat bertugas kepada KPU Bali. Ia berharap KPU dapat bekerja profesional, sehingga seluruh rangkaian Pilgub Bali dapat berjalan lancar.