Diposting : 16 July 2016 10:20
habit - Bali Tribune
gubernur
Keterangan Gambar: 
DISKUSI – Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Corinne Breuzé tampak berdiskusi hangat dengan Gubernur Made Mangku Pastika.

Denpasar, Bali Tribune

Gubernur Made Mangku Pastika menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas aksi teror yang terjadi di Nice, Prancis dan menewaskan sedikitnya 70 orang, pada Jumat (15/7). Ucapan belasungkawa itu disampaikan Gubernur Pastika saat menerima kunjungan Dubes Prancis untuk Indonesia, Corinne Breuzé di Kantor Gubernur Bali, kemarin.

“Terorisme adalah masalah semua bangsa, jadi kerja sama antar-negara sangat dibutuhkan untuk melawan mereka (teroris,red),” ucap Gubernur Pastika dan berharap warga Prancis bisa pulih dari tragedi ini, sebagaimana Bali dulu cepat pulih dari tragedi bom Bali di tahun 2002.

Kedatangan Dubes Corinne Breuzé menemui Gubernur   Pastika terkait keinginan salah satu perusahaan Prancis, Aquoenergy yang bergerak di bidang energi baru dan terbarukan, mendirikan kantor perwakilan di Bali. Perusahaan ini berkomitmen menghasilkan 10.000 MW listrik yang bersumber dari tenaga surya.

Gubernur Pastika menyambut baik keinginan perusahaan itu membuka kantor di Bali, terlebih saat ini Bali dipilih menjadi Center of Excellence di bidang energi baru dan terbarukan oleh Pemerintah Pusat.

“Bali sebagai  pilot project provinsi yang menggunakan energi bersih di Indonesia, dan harapannya tahun 2019 seluruh energi di Bali sudah menggunakan energi bersih,” ujarnya.

Corinne Breuzé menjelaskan tentang dipilihnya Bali sebagai basis dari perusahaan Prancis tersebut karena Bali dianggap memiliki lokasi strategis karena  terletak di tengah-tengah Indonesia, sehingga diperkirakan segala urusan menyangkut keperluan perusahaan akan lebih mudah.

“Kami pandang letak geografis Bali akan memudahkan urusan perusahaan kami, selain berurusan ke Jakarta, perusahaan ini kelak akan menjalin komunikasi dengan cabang di Singapura dan Timor Leste, jadi pemilihan Bali kami pandang sudah tepat,” kata Dubes yang mulai menduduki posnya di Indonesia sejak 2013 ini.

Dia memaparkan, terdapat sekitar 1.700 warga Negara Prancis tingga di Bali, mulai dari ekspatriat  hingga pengusaha dan wisatawan yang memang datang untuk berlibur di Pulau Dewata. Breuze juga tak lupa  menitipkan warga negaranya kepada Gubernur Pastika sebagai orang nomor satu di Bali.

Menurutnya, salah satu yayasan Indonesia-Prancis yang cukup eksis di Bali yaitu Alliance Française (AF) telah menjadi rujukan masyarakat Bali untuk belajar bahasa Prancis. “Yayasan tersebut telah banyak menelurkan pemandu wisata untuk wisatawan Prancis, juga para tenaga kerja yang telah diterima di perusahaan Prancis di Bali,” ungkapnya.

Hingga kini, kata dia, pemandu wisata berbahasa Prancis masih kurang karena kunjungan wisatawan asal negaranya ke Bali mencapai 150.000 orang per tahun, sehingga dia mengundang masyarakat yang tertarik untuk belajar ke AF. Ia menyampaikan  tempat yang digunakan yayasan tersebut kurang representatif karena terlalu kecil, sehingga dia minta bantuan gubernur untuk meminjamkan tempat bagi mereka.

Menanggapi beberapa hal tersebut, Gubernur Pastika berjanji akan memberikan dukungan yang diperlukan. Mengenai gedung operasional AF, dia akan berusaha mencarikan, untuk itu dia meminta dikirimkan surat resmi sebagai dasar.

“Kelak mungkin kita bisa bangun kerja sama antara Pemprov dengan AF, yaitu kerja sama di bidang bahasa, untuk teknisnya bisa kita bicarakan nanti,” imbuhnya.