Diposting : 23 September 2017 14:10
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
sawah
Keterangan Gambar: 
TINJAU - Bupati Artha bersama sejumlah pejabat pimpinan OPD Pemkab Jembrana Jumat kemarin meninjau sejumlah lokasi proyek.

BALI TRIBUNE - Berbagai program pembangunan infrastrutur telah direalisasikan oleh Pemkab Jembrana pada tahun ini. Untuk memastikan pembangunan itu telah berjalan dengan baik, Bupati Artha melaksanakan peninjauan lapangan ke sejumlah lokasi proyek di wilayah Jembrana, Jumat (22/9) pagi.

Didampingi sejumlah pejabat kepala OPD Pemkab Jembrana, peninjauan dimulai dari proyek terminal penumpang di Desa Baluk, Negara yang memiliki nilai mencapai Rp 5 M lebih dan peninjauan proyek penataan kawasan Gilimanuk yang anggarannya bersumber dari bagi hasil Pajak Hotel dan Restoran (PHR) Kabupaten Badung yang nilainya mencapai Rp 10,9 miliar.

Sejumlah pekerjaan ditinjau Bupati Artha seperti pengerjaan proyek pembangunan Rest Area Gilimanuk, Taman Makepung di Keluarahn Gilimanuk serta penataan Teluk Gilimanuk yang dianggarkan Rp 1,59 M dengan rencana pengerjaannya sudah rampung pada November mendatang. Untuk proyek yang sudah berjalan, Bupati Artha mewanti-wanti agar penggunaan anggaran yang merupakan uang rakyat dalam proyek ini bisa dimaksimalkan. Bupati Artha juga berharap proyek pemerintah tidak sekedar jalan, namun yang jauh lebih diperhatikan adalah hasil pekerjaan setiap proyek harus berkualitas baik. "Semua pihak harus sinergi, pengawas harus benar-benar mengawasi, jika ada pengujian lakukan pengujian, proyek penerintah harus berkualitas," papar orang nomor satu di Bumi Makepung Jembrana ini. 

Khusus penataan Teluk Gilimanuk, Bupati Artha juga wanti-wanti mengingatkan agar setiap proses pembangunannya memperhitungkan asta kosala kosali Balin seperti dalam menentukan letak pintu masuk dan bangunan-bangunan lainnya. Hitungan asta kosala kosali itu juga menurutnya bertujuan agar menghadirkan atmosfer Bali dalam penataan kawasan Gilimanuk kedepannya. 

Kepala Badan Pernecanaan Pembanguan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Jembrana I Ketut Swijana membenarkan ada beberapa tes yang harus dilakukan dalam proyek pembengunan. Dicontohkan matan akademisi Universitas Udayana (Unud) ini, khusus untuk di Terminal Penumpang di Desa Baluk, Negara yang juga nantinya akan digunakan menampung truk-truk berat, diharapkan dilakukan uji kepadatan tanah untuk menjamin kekuatan terminal menampung beban berat. "Apalagi mengingat ini bekas tanah sawah, saya berharap pelaksanaan benar-benar matang dan sesuai rencana," tandasnya.