PBSI Tetap Andalkan Cahya di Pra-PON | Bali Tribune
Diposting : 12 November 2018 22:29
Djoko Purnomo - Bali Tribune
RUNNER UP - Pebulutangkis andalan Bali di sektor tunggal remaja putri Komang Ayu Cahya Dewi (kiri) harus puas sebagai runner up Sirnas Bali Open namun tetap diandalkan Bali di Pra-PON nanti.
BALI TRIBUNE - Pengprov PBSI Bali tetap menjadikan pebulutangkis putri Komang Ayu Cahya Dewi sebagai skuat Pra-PON meski di ajang Sirnas Bulutangkis Bali Open di GOR Lila Bhuana Denpasar, yang berakhir Sabtu malam lalu meraih medali perak.
 
Waki Ketua Pengprov PBSI Bali, Wayan Winurjaya, kemarin mengatakan untuk saat ini Komang Ayu Cahya Dewi merupakan salah satu andalan Bali di sektor putri Pra-PON. "Komang Cahya tetap kami proyeksikan menjadi tim Pra-PON Bali," ucap Wayan Winurjaya.
 
Komang Ayu Cahya Dewi merupakan pebulutangkis Buleleng yang turun mewakili PB Djarum Kudus di nomor tunggal remaja putri di Sirnas Bali Open. Ia kalah di final dari pebulutangkis PB Mutiara Cardinal Bandung, Saifi Rizka Nurhidayah dengan skor 15-21 dan 18-21.
 
Kekalahan dua gim langsung itu sekaligus memupus harapan pebulutangkis asal Pulau Dewata di event Sirnas. Meskipun Cahya Dewi turun di event Sirnas mengusung nama klub tempat latihannya selama ini.
 
Tidak hanya Komang Cahya, dua pebulutangkis Bali juga berhasil tembus semifinal. Hanya saja langkahnya terhenti sampai di semifinal dan harus puas dengan medali perunggu bersama. Dia yakni Sang Ayu Putu Kharisma Maharani (ganda remaja putri).
 
Sang Ayu Putu Kharisma Maharani merupakan atlet murni Denpasar tapi hijrah ke Jawa berpasangan dengan Salli Lin dari PB Djarum Kudus. Satu pebulutangkis lagi yakni Made Dinda Windiasari awalnya di Jaya Raya kemudian di SKO Ragunan baru ke Djarum Kudus Jawa Tengah.
 
Di Sirnas Dinda turun dikategori tunggal remaja putri dan hanya berhasil menyabet medali perunggu. Namun dari pebulutangkis yang ada, khusus di sektor putri Komang Cahya sangat potensial diturunkan di ajang Pra-PON. 
 
Winurjaya mengatakan, selain Komang Cahya, skuat Pra-PON Bali di sektor putri nanti juga akan diperkuat Ade Pranita dan Deya Surya Saraswati dengan target tembus PON Papua tahun 2020 mendatang. Dari sisi peluang untuk PON Papua, pebulutangkis Bali khususnya di sektor putri ada harapan meraih medali. Dengan catatan proses pembinaan dilakukan secara serius. Lewat program terstruktur rapi dan jam terbang latihan yang memadai.
 
"Ayo aktifkan lagi Pelatprov. Karena masih ada 1 tahun ke depan. Dan, khusus di tim putri saat ini memang latihan di klub luar Bali. Hal itu harus dimanfaatkan betul dalam meningkatkan kualitas kemampuan menuju prestasi di event PON Papua," tegas Winurjaya.