Bali Tribune, Senin 28 Mei 2018
Diposting : 15 May 2018 22:52
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Nyoman Yamadhiputra
Keterangan Gambar: 
Nyoman Yamadhiputra
BALI TRIBUNE - Keluarga Silat Nasional (Kelatnas) Perisai Diri (PD) Bali berhasil meraih 4 medali emas di ajang Singapura Open Pencak Silat Championship, yang berakhir Minggu (13/5) malam di Pasir Ris Sport Hall, Singapore.
 
PD Bali di ajang tersebut mengirimkan 5 pesilatnya, dan selain meraih 4 emas, juga 1 medali perunggu dari ajang tersebut. "Ini pertama kali Kelatnas Perisai Diri mengirim atlet ke luar negeri untuk berpartisipasi di turnamen berstandar internasional dengan bendera Perisai Diri, hasilnya cukup membanggakan," ungkap Sekum IPSI Bali, Nyoman Yamadhiputra, Senin (14/5).
 
Lima atlet yang berhasil meraih medali itu yakni I Kadek Wahyu Rihartana Giri kelas G Putra (emas), Made Pasek Wira Wahyudi Kelas F Putra (emas), Allegrya Hantja Qalambe Kelas A Putri (emas), Sri Panji Nara Krisna Kelas C Putra (emas), dan Dewa Gede Ari Pradnyana Kelas D Putra (perunggu).
 
"Yang paling membanggakan Allegrya mampu mengalahkan tim nasional Singapura di babak pertama dengan skor 5-0, dan Made Pasek berhasil mengalahkan 2 orang atlet pencak silat Tim Nasional Singapura, dalam kejuaraan yang berlangsung selama 2 hari penuh mulai Sabtu (12/5) hingga Minggu (13/5) malam," beber Yamadhiputra.
 
Kata Yamadhiputra, ini kejuaraan terbuka. Ada yang mewakili negara, ada mewakili perguruan tinggi, dan ada juga yang mewakili sekolahnya. "Kami tentu bersyukur dengan raihan 4 emas dan 1 perunggu, dari 5 atlet yang kami kirim," tegas Yamadhiputra.
 
Apalagi ini kejuaraan yang bersifat open. Jadi, ada 21 tim yang ikut kejuaraan tersebut. Kata dia, dari 21 tim itu tuan rumah Singapura menerjunkan 3 tim sekaligus. Pertama Seligi Tunggal Angkatan, Seni Grasio, dan Tim Singapore.
 
"Selain dari Perisai Diri Bali, peserta atau tim dari Indonesia cukup banyak dengan mengusung nama berbeda-beda. Kalau Bali jelas mengusung nama Perisai Diri Bali," terang Yamadhiputra.
 
Sementara itu Manajer Tim Brendan Martin menambahkan, dengan hasil ini sebagai bukti kualitas teknik dan pelatih yang diterjunkan pertama kali dalam kejuaraan silat Internasional, atlet yang dibawa semuanya membawa medali.