Diposting : 13 September 2017 18:27
Ketut Sugiana - Bali Tribune
PDAM
Keterangan Gambar: 
SEDERHANA - HUT PDAM Tirta Mahottama Klungkung yang ke 25 dirayakan dengan sederhana.

BALI TRIBUNE - Di usianya yang ke 25 tahun PDAM Tirta Mahottama Klungkung pada tanggal 12 September 2017 ini, terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi masyarakat konsumen di Kabupaten Klungkung. Namun diakui untuk kawasan Nusa Penida masih ada 3 Desa yang belum terlayani aliran pipa PDAM Klungkung. PDAM Klungkung masih mempunyai tanggung jawab menuntaskan layanan dari 16 desa di Nusa Penida yang belum terlayani ada tiga desa antara lain Pejukutan, Sekartaji ,dan Tanglad, bisa segera mendapatkan layanan PDAM.

Hal itu dijelaskan oleh Dirut PDAM KLungkung Nyoman Renin Suyasa didampingi Kabag Teknik Karnata, Selasa(12/9). Lebih jauh dijelaskan Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) menargetkan seluruh masyarakat sudah terlayani akses air minum aman paling lambat 2019. Namun, khusus untuk di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, itu sangat sulit tercapai. Kendalanya tak hanya pada anggaran, namun juga keterbatasan sumber mata air yang ada disamping terbentur aliran listrik yang belum 24 jam.

Nyoman Renin Suyasa menegaskan sampai saat ini, layanan air minum aman ke wilayah kepulauan itu baru menyasar 3.700 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 30 persen dari total 16.615 KK. Pada 2019, Kementerian PU-PR menargetkan harus sudah terlayani seratus persen, beriringan dengan program nol persen permukiman kumuh dan seratus persen akses sanitasi layak atau yang dikenal dengan program 100-0-100.  Pemasangan target terhenti pada angka 60 persen. "Untuk mencapai target nasional masih sulit. Itu terkendala sumber air, anggaran dan kondisi geografis," sebutnya. 

Pelayanan saat ini, sambung dia hanya mengandalkan air dari dua sumber, yakni Penida dan Guyangan yang debit totalnya 37 liter per detik. Pendistribusiannya ke permukiman masih menggunakan tenaga pompa yang beroperasi 18 jam. Guna mencapai target yang dipasang PDAM, diusulkan penambahan daya listrik, sehingga pompa bisa beroperasi 24 jam. "Sumber ini dikelola provinsi. Untuk bisa capai layanan 60 persen, kami usulkan penambahan daya listrik untuk mengoperasikan pompa lagi satu. Pada 2018, layanan juga direncanakan menyasar tiga desa yang kini belum tersentuh, yakni Pejukutan, Sekartaji dan Tanglad. Langkah tersebut dipandang tak hanya penting untuk mendukung kebutuhan masyarakat, namun juga sektor pariwisata yang mulai berkembang di kawasan Suana, Nusa Penida  utamanya.