Diposting : 30 May 2016 14:32
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Made Suparmi
Keterangan Gambar: 
Made Suparmi

Denpasar, Bali Tribune

Pengprov Ikatan Olahraga Dancersport Indonesia (IODI) Bali berencana mengirim pedansa ke lesson atau pelatihan di Surabaya, Juni mendatang. Lesson dengan menghadirkan instruktur Yowen dari Singapura itu, bertujuan mematangkan skill dan teknik atlet dansa PON Bali.

“Dansa meloloskan 10 atlet ke PON XIX/2016 Jawa Barat, terdiri dari 6 putra dan 4 putri. Mereka Juni nanti kami kirim mengukuti lesson di Surabaya untuk beberapa hari supaya mereka kian matang sebelum bertanding di PON Jawa Barat,” ujar Ketua Umum IODI Bali, Made Suparmi.

Ditemui seusai pembukaan Kejurnas Dansa Remaja V, di GOR Lila Bhuana Denpasar, Sabtu (28/5), Suparmi mengatakan lesson sangat banyak membantu performa atletnya. Terbukti ketika lesson pertama yang diikuti para pedansanya, di Yogyakarta, hasilnya mampu berbicara di berbagai kejuaraan.

Selain lesson di Surabaya, Jawa Timur, pedansa PON Bali juga bakal diikutsertakan dalam berbagai kejuaraan, termasuk pada kejuaraan di Bali tersebut. Suparmi berharap dengan jam terbang yang cukup bagus, nantinya cabor dansa mampu berkontribusi medali bagi kontingen Bali di PON Jabar mendatang.

Kejurnas Dansa Remaja V dibuka Wagub Ketut Sudikerta, yang berharap dansa Bali mampu meraih medali di Jawa Barat. Sudikerta mengakui kualitas dansa Bali tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia, dan peluang mempersembahkan medali di PON nanti sangat terbuka.

Kejurnas diikuti 273 pedansa dari Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara dan Bali selaku tuan rumah, yang juga menurunkan beberapa pedansa yang dipersiapkan menghadapi PON Jabar September nanti.

“Kebetulan ada dua pedansa kami yang usianya masih kategori remaja, yakni Bagus Taka Mahendradana dan Yunia Lestari Dewi, sehingga kami turunkan di kejurnas ini,” ujar Made Suparmi sembari berharap kedua pedansanya itu mampu tampil memukau dewan juri sehingga keluar sebagai juara di kelasnya.

Sedangkan Wagub Sudikerta mengatakan perkembangan dancersport di Pulau Dewata kian membanggakan, bahkan mampu berprestasi di tingkat nasional dan international. “Harapan saya cabor dansa Bali bisa meraih medali di PON Jabar,” sambungnya.