Bali Tribune, Sabtu 21 Juli 2018
Diposting : 6 March 2018 07:56
Redaksi - Bali Tribune
residivis
Keterangan Gambar: 
AKBP Sugeng Sudarso

BALI TRIBUNE - Seorang pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) lintas Jawa-Bali, Sunarto dibekuk anggota Direktorat Reserse dan Kriminal Umum  (Dit Reskrimum) Polda Bali di Jember, Jawa Timur, Selasa (27/2) lalu. Sementara rekannya tiga orang masih dalam pengejaran. 

Informasi yang berhasil dihimpun Bali Tribune,Senin (5/3) mengatakan, dalam beraksi pelaku selalu bersama tiga orang rekannya yang masih buron. Namun kelompok ini tidak memiliki ketua atau otak yang menjadi ide kejahatan.

Sasarannya adalah rumah dan kos-kosan yang ditinggal pergi penghuninya. Bahkan, sejumlah kampus juga menjadi sasaran para pelaku. "Hampir di segala tempat. Tetapi untuk di kampus, target utamanya adalah handphone dan laptop milik mahasiswa," ungkap seorang petugas kepolisian.

Kepada petugas, ia mengaku beraksi di 38 lokasi di Bali. Namun didominasi di wilayah Denpasar dan Kabupaten Badung. Saat ini polisi masih mendalami pengakuannya dan menduga masih ada TKP lain yang belum diakuinya. Sebab, status tersangka adalah residivis Polres Jember dalam kasus yang sama. Bahkan, dari 38 TKP tersebut ada beberapa lokasinya berada di Jember.

"Pengakuan awal hanya 35 TKP. Tetapi setelah dikembangkan lebih lanjut, pelaku mengaku ada 38 TKP. Dan saat ini, masih dikembangkan lebih lanjut karena tidak menutup kemungkinan ada TKP lain karena pelakunya adalah seorang residivis dan berjumlah empat orang," terang petugas yang mewanti-wanti agar namanya tidak dikorankan.

Setelah dilakukan pengembangan untuk mencari tiga rekannya yang lain di sejumlah wilayah di Jawa Timur, pelaku akhirya digiring ke Mapolda Bali.

Wadir Reskrimsus Polda Bali, AKBP Sugeng Sudarso ditemui Bali Tribune di sela-sela coffee morning bersama Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose di Kantor Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Bali, kemarin membenarkan adanya penangkapan tersebut. Namun mantan Kapolres Karangasem ini enggan membeberkan lebih rinci dengan alasan masih dalam proses pengembangan untuk mencari pelaku lain.

"Iya, benar ada tangkapan. Tapi mohon bersabar dulu karena masih ada pelaku lain yang belum ditangkap. Kalau sudah ketangkap semua, akan kita ekspose ke media. Tunggu, kalau sudah tangkap semua supaya lebih bagus," ujarnya.