Bali Tribune, Sabtu 18 November 2017
Diposting : 6 November 2017 20:00
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
adventure
Keterangan Gambar: 
ilustrasi

BALI TRIBUNE - Pelaku industri pariwisata berharap pada liburan akhir tahun 2017 ini akan ada peningkatan kunjungan wisatawan yang berlibur di Pulau Dewata. Selain berdampak pada kenaikan okupansi kamar hotel juga diharapkan membawa keberuntungan bagi aktivitas wisata tirta/air. Salah seorang pelaku usaha wisata tirta di Tanjung Benoa, Nyoman Wana Putra, mengatakan, jika setiap liburan akhir tahun jumlah wisatawan yang ke kawasan itu berwisata tirta mengalami peningkatan.

Trennya kata dia, pada momen libur panjang akhir tahun kegiatan wisata tirta didominasi wisatawan domestik dari kota-kota besar di Indonesia. Berbeda untuk akhir tahun 2017, pihaknya memprediksi kegiatan wisata yang berlangsung di air ini akan didominasi wisatawan mancanegara khususnya asal Tiongkok. Disebutkan Wana, musim liburan akhir tahun, nanti diprediksi peningkatan wisatawan pada wisata tirta meningkat hingga 35 persen.

“Untuk momen liburan akhir tahun pada 2016 lalu terjadi peningkatan sekitar 30-an persen. Ramainya wisatawan yang berwisata tirta itu terjadi dari November hingga Desember. Begitu trennya,” sebut Wana Putra, beberapa waktu lalu. Pihaknya mengharapkan periode libur panjang akhir tahun ini akan terjadi peningkatan aktivitas wisata tirta sekitar 30 hingga 35 persen. Bahkan pelaku usaha di sektor itu telah menyiapkan kegiatan yang lebih aman dan menarik untuk wisatawan.

“Pada momen akhir tahun, kami di Tanjung Benoa menjual adventure parasailing, adventure yang sudah kami coba dan lebih aman daripada parasailing manualnya. Kalau dulu mereka (wisatawan) parasailing dari pantai, kalau sekarang sudah dari boat, naik dari boat,” terangnya. Lebih lanjut, dia menuturkan, saat hari-hari biasa sekarang ini di perusahaannya sekitar 500-600 orang wisatawan yang melakukan kegiatan wisata tirta seperti parasailing, banana boat, jet ski, rolling donut, fly fish, seawalker, cubing, diving dan lainnya. “Kalau bisa, mencapai 700 sampai 800 orang per hari di libur akhir tahun ini,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Gabungan Usaha Wisata Tirta (Gahawisri) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana yang akrab disapa Gus Agung, mengatakan, kegiatan wisata tirta tidak hanya tren di Bali selatan saja. Di kawasan Bali utara di Kabupaten Buleleng ada sejumlah spot untuk melakukan aktivitas tersebut seperti di Menjangan populer bagi wisatawan penggemar diving. “Bahkan akhir-akhir ini di Pemuteran juga sudah mulai digameri untuk diving dan di Lovina juga ada fasilitas kegiatan wisata air. Selain itu di Les juga terumbu karangnya bagus,” katanya.