Bali Tribune, Minggu 27 Mei 2018
Diposting : 12 February 2018 23:13
Redaksi - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Pembuatan bade raksasa di Ubud
BALI TRIBUNE - Sempat dibayangi paceklik wisatawan lantaran kondisi Gunung Agung, pariwisata Gianyar kini mulai bergerah lagi. Sekalipun masih  dalam kondisi sepi,  pesanan wisatawan  yang akan  menginap  di sejumlah hotel di Ubud mulai meningkat. Terlebih, Pelebon Agung Puri Agung Ubud, rangkaiannya berlangsung mulai akhir Februari hingga awal Maret  dijadikan maskot event spektakuler tahun ini.
 
Pantauan Bali Tribune, Minggu (11/2), proses pembuatan menara bade raksasa, sarana pembawa jenasah  almarhum istri raja   ubud, Anak Agung Niang Agung, menjadi pemandangan paling mencolok.  Prosesi  persiapannya pun sudah dilaksanakan mulai dari menara bade, lembu dan perlengkapan upacara lainnya.
 
Wisatawan pun tak mau melewatkan momen ini untuk mengabadikannya.  Ubud pun dipastikan bakal kembali menjadi perhatian dunia, awal  Maret  mendatang.
 
Tjokoda Gde  Sukawati, anak tiri almarhum yang juga arsitek menara bade mengkaui jika persiapan upacara pelebon ini, menjadi tontonan yang sangat menarik di Ubud. Baik bagi wisatawan lokal maupun asing. Para wisatawan  tak mau melewatkan momen ini dengan mengabadikannya. ”Nantinya menara bade ini bakal  berketinggian 28 meter dengan bobot 10 ton. Selama proses pengerjaan melibatkan sekitar 300 orang  selama satu bulan,” ungkapnya.
 
Pada tanggal 2 Maret  mendatang,  di atas bade  istimewa tersebut  ditempatkan jenasah menuju kuburan. Melibatkan sepuluh ribu pengusung dengan cara estafet.  Lanjutnya, jenasah  dikremasi  di dalam perut patung lembu raksasa.
 
Selain sarana raksasa ini, perlengkapan sesajen juga dikerjakan secara gotong-royong oleh ibu-ibu rumah tangga setempat secara bergiliran.   Pemandangan ini pun menunjukkan bahwa adat dan tradisi setempat tetap melekat sekaligus menjadi magnet wisatawan.
 
“Saya sangat bangga dan salut pada adik-adik saya yang telah memberikan penghormatan istimewa ini.  Demikian juga adat dan tradisi di Ubud  yang masih terjaga menunjukkan hubungan puri dengan masyarakat Ubud masih erat terjalin,” ungkap putri semata wayang almarhum, Tjokorda istri Sri Atun Sukawati.
 
Ketua PHRI Gianyar, Tjokorda Gede Adung Ichiro Sukawati  yang juga cucu almarhum pun memastikan mulai akhir bulan ini jumlah kunjungan wisatawan pun dipastikan akan meningkat tajam. Terlebih  agen perjalanan wisata  juga menjadikan kremasi keluarga raja ini sebagai maskot event spektakuler tahun ini.
 
“Mudah-mudahan upacara kami di Puri Agung Ubud ini memberikan pengaruh signifikan terhadap gairah kepariwisataan di Gianyar dan Bali tentunya,“ harapnya.