Diposting : 21 March 2018 23:02
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
KONI
Keterangan Gambar: 
RAPAT BANGUN GOR - Suasana diskusi KONI Tabanan dengan Dinas PU Kabupaten Tabanan du ruang rapat Dinas PU, Senin lalu.

BALI TRIBUNE - Rencana pembangunan GOR baru tipe B di Tabanan dalam rangka Tabanan sebagai tuan rumah Porprov Bali 2019, masih terkendala pembiayaan yang awalnya dirancang dengan dana Rp 15 miliar bisa selesai, ternyata dari hitungan memerlukan dana sekitar Rp 23 miliar.

Hal tersebut terungkap saat diskusi antara KONI Tabanan dengan Dinas PU Tabanan, senin (19/3) lalu.  Dalan rapat tersebut disampaikan dari hitungan standar pembangunan GOR tipe B Nasional dengan jumlah luasan sekitar 3.000 m2, menghabiskan dana sekitar Rp 23 miliar. Saat ini rencana pembangunan GOR tipe B tersebut dananya dari bantuan BKK Provinsi sebesar Rp 15 miliar, jadi ada kekurangan dana sekitar 8 miliar.

Ketua KONI Tabanan, I Dewa Gede Ari Wirawan mengatakan, diskusi merupakan sebuah langkah awal mencari masukan termasuk kepada Dinas PU untuk menentukan berapa ideal dana yang dibutuhkan membangun GOR tipe B.

"Harapan kami dengan dana Rp 15 miliar pembangunan GOR bisa selesai, tapi ternyata dari hitungan pembangunan standar GOR tipe B, anggaran segitu tidak cukup, tapi kalau kita ngomong ideal memang harus ada dana tambahan lebih dari Rp 15 miliar," ungkapnya.

Ditambahkannya, dari hitung-hitungan PU untuk ideal pembangunan GOR tipe B membutuhkan dana sekitar Rp 23 miliar, sehingga masih kurang Rp 8 miliar. Menurutnya hal ini menjadi kerja keras Pemerintah Daerah dan semua pihak untuk menyukseskan pembangunan GOR tersebut.

Menurut Dewa Ari, untuk mempersiapkan fasilitas semestinya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah, sedangkan KONI secara teknis membantu menyelenggarakan event porprov. Tugas KONI lebih banyak di persiapan atlet.

"Sebagai tuan rumah, kita semua harus bekerja untuk menyukseskannya. Untuk fasilitas sebenarnya tugas dari Pemerintah Daerah, secara teknis kami hanya membantu, persipan kami untuk menyiapkan atlet," tambahnya.

 Sementara Kepala Bidang Bangunan Gedung, Dinas PU Tabanan, Kadek Faridatini Sueca menjelaskan, untuk pembangunan GOR tipe B yang awalnya direncanakan dengan dana Rp 15 miliar sudah selesai ternyata ada perubahan. Hal tersebut mengacu dari standar pembangunan GOR tipe B Nasional, dimana standarnya luasnya sekitar 3.000 m2, dengan standar harga di Tabanan tahun ini per meter persegi Rp 7,4 juta, sehingga memerlukan dana sekitar Rp 23 miliar.  

Kekurangan tersebut, menurutnya bisa diatasi dengan merubah SK Juknis dari pemberi bantuan dalam hal ini Pemprov Bali, yang dianggarkan lewat BKK Provinsi. Dimana dalan SK Juknis tersebut agar dinyatakan kalau bantuan yang diberikan tersebut merupakan bantuan tahap satu bukan langsung selesai.