Bali Tribune, Sabtu 19 Agustus 2017
Diposting : 31 July 2017 21:14
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Pasar Badung
Keterangan Gambar: 
MACARU – Panitia pembangunan kembali Pasar Badung melakukan upacara mecaru sesaat sebelum Walikota Rai Mantra meletakkan batu pertama, Sabtu lalu. Macaru dilakukan supaya pembangunan pasar terbesar di Bali itu berjalan lancar.

BALI TRIBUNE - Proyek pembangunan kembali Pasar Badung, Denpasar akhirnya dimulai. Dimulainya pembangunan pasar terbesar di Bali ini ditandai dengan upacara macaru dan peletakan batu pertama oleh Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, Sabtu (29/7).

Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan akan berkomitmen untuk mempertahankan pasar tradisional. Untuk itu ia mengaku terus gencar melakukan revitalisasi pasar termasuk juga ,membangun Pasar Badung menjadi pasar tradisional terbesar. "Kami pada intinya cepat merampungkan pembangunan Pasar Badung sesuai waktu yang telah ditetapkan. Sehingga semua pedagang bisa cepat kembali berjualan di pasar ini," ujarnya.

Rai Mantra menambahkan, pembangunan kembali Pasar Badung tahap pertama, yang batas waktunya sampai tanggal 22 Desember 2017 akan dilanjutkan dengan pembangunan tahap kedua. Dimana anggaran untuk pembangunan tahap kedua melalui APBD Kota Denpasar. Untuk pembangunan tahap kedua juga akan dilaksanakan lelang terbuka seperti pada pelaksanaan lelang tahap pertama. "Kami berharap semua berjalan sesuai dengan rencana sehingga lebih mempercepat para pedagang bisa berjualan kembali," harap Rai Mantra.

Terkait pedagang yang akan menempati Pasar Badung setelah rampung dibangun, kata Rai Mantra akan disesuai dengan data pedagang yang selama ini telah berjualan di Pasar Badung. "Kita tentu akan mengutamakan pedagang Pasar Badung yang telah berjualan sebelum terbakar. Semua pedagang tersebut tertampung dulu untuk berjualan kembali," ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Denpasar I Wayan Gatra menambahkan, pembangunan Pasar Badung tahap pertama meliputi pembuatan dua lantai basement dan  lantai dasar. Pola ini dilakukan menindaklanjuti rekomendasi Kementerian Perdagangan, terkait penggunaan dana tugas perbantuan (APBN) sebesar Rp 75 miliar. Sedangkan dana pendampingnya sudah dialokasikan sebesar Rp 15 miliar.

Menurut Gatra, setelah rampung pembangunan lantai satu diharapkan Pasar Badung dapat difungsikan untuk para pedagang. Namun mengingat pembangunan tahap kedua akan dilanjutkan sampai pembangunan lantai IV, maka para pedagang belum bisa menempati lantai satu sampai rampungnya seluruh pembangunan Pasar Badung yang direncanakan sampai akhir 2018.

Marketing Manager Rigion VII PT. Nindya Karya, Alfriady Zuliansyah mengatakan setelah peletakan batu pertama ini pihaknya akan bekerja sesuai target yang telah ditentukan. Untuk itu beberapa blok beton bangunan akan dibuat di luar Bali dan dirakit saat pembangunan Pasar Badung ini. "Kami berharap semua berjalan sesuai dengan target yang telah ditentukan sehingga pasar Badung bisa dimanfaatkan dengan cepat oleh masyarakat," ujarnya.