Bali Tribune, Jumat 22 Juni 2018
Diposting : 11 December 2017 20:47
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
tewas
Keterangan Gambar: 
TKP – Di tempat ini Kadek Sudayasa tewas ditembak temannya sendiri karena dikira musang, saat mereka berburu landak.

BALI TRIBUNE - Naas menimpa Kadek Sudayasa (36), warga Banjar Batu Sangihan, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan. Ia tewas ditembak temannya sendiri saat berburu landak di malam hari, di lingkungan kuburan Banjar Dukuh, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, Sabtu (9/12) sekitar pukul 23.30 Wita.

Kadek Sudayasa tewas akibat tertembak senapan angin di bagian lehernya oleh temannya, Dewa Ketut Sukerta (46) karena dikira sosok musang saat berburu pada malam hari di lingkungan kuburan di Banjar Dukuh tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun, sebelum kejadian naas tersebut, korban bersama pelaku dan empat orang lainnya, sekitar pukul 21.30 Wita berkumpul di rumah Wayan Sudana (saksi) di Banjar Taman, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan.  Mereka berencana berburu landak dengan masing-masing membawa senapan angin.

Tempat perburuan pertama yang dituju adalah Banjar Bedha. Karena di lokasi tersebut tidak dapat buruan yang diinginkan, akhirnya mereka berpindah ke Banjar Bongan Kauh, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan. Lama berkeliling, juga tidak menemukan buruan yang dicari sehingga para pemburu ini berpindah ke selatan ke kuburan Banjar Dukuh, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan.

Sampai di tempat tersebut, seperti biasa para pemburu ini berpencar untuk mencari hewan buruan yang dicari. Sekitar pukul 23.30 Wita, pelaku Dewa Ketut Sukerta dari kegelapan melihat sinar yang diduga sinar mata musang. Selanjutnya pelaku melepaskan tembakan ke arah sasaran.

Setelah didekati ternyata pelaku melihat korban Kadek Sudayasa temannya sendiri tergeletak dengan luka di bagian leher sebelah kanan. Selanjutnya pelaku bersama Wayan Sudana (saksi 1) dan Wayan Murjana (saksi 2) serta teman lainnya membawa korban ke Rumah Sakit Dharma Kerti Tabanan yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan lokasi kejadian.

Sesampai di rumah sakit, korban langsung diperiksa oleh dr. I Made Widiatmantara yang saat itu tengah berjaga. Dari keterangan dokter, korban disebutkan tiba di rumah sakit dalam keadaan meninggal dunia dan dari hasil pemeriksaan terdapat luka terbuka selebar 0,5 cm pada bagian leher sebelah kanan.

Terkait kejadian tersebut, Kapolsek Kota Tabanan Kompol I Gede Made Surya Atmaja seizin Kapores Tabanan saat dikonfirmasi, kemarin membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya saat ini sedang dalam penyelidikan dan memeriksa para saksi serta menunggu hasil autopsi dari forensik RSUP Sanglah untuk mengetahui penyebab kematian korban.

"Masih melakukan pemeriksaan saksi dan menunggu hasil autopsi dari forensik RSUP Sanglah untuk mengetahui penyebab kematian korban," jelasnya, minggu (10/12).

Ditambahkan, untuk pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan. Namun kalau bukti cukup dan memenuhi unsur pasal yang dilanggar, ada kemungkin pelaku ditaham. "Kalau cukup bukti dan memenuhi unsur pasal yang dilanggar pasti nanti kita tahan," tambahnya.

Dari kejadian tersebut diamankan barang bukti berupa satu pucuk senapan angin merk Maroder yang telah dimodifikasi, 25  butir peluru merek Hercules dan dua buah magasen senapan angin.