Bali Tribune, Selasa 17 Juli 2018
Diposting : 28 September 2016 15:19
redaksi - Bali Tribune
Pendidikan
Keterangan Gambar: 
BERSAMA - Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri bersama para siswa SD saat peluncuran program Gerakan Indonesia Membaca di Muntigunung.

Amlapura, Bali Tribune

Gerakan Indonesia Membaca (GIM) menjadi salah satu strategi untuk mengembangkan masyarakat gemar membaca dan diharapkan mampu mengembangkan masyarakat untuk menjadi aksarawan cerdas, kreatif dan produktif serta melestarikan dan meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung bagi masyarakat program pasca keaksaraan.

Gerakan tersebut juga  untuk  membangkitkan  dan meningkatkan minat baca masyarakat sebagai tahapan terwujudnya budaya baca, sehingga   mendorong  terciptanya  masyarakat  pembelajar  sepanjang hayat. Untuk itu pemerintah melalui Dirjen PAUD dan Dikmas menyelenggarakan kegiatan Gerakan Indonesia Membaca di Balai Banjar Munti Gunung, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Karangasem.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Festival Muntigunung ini dibuka oleh Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri dan dihadiri oleh Kasubdit Keaksaraan dan Budaya Baca Dr. Samto, Kadis Pendidikan I Gede Ariyasa, Kepala Bapeda I Ketut Sedana Merta dan Peserta dari berbagai kalangan masyarakat serta undangan lainnya. Ditandai pemukulan kentongan dan penyerahan hadiah lomba yang telah dilaksanakan, antara lain membaca cepat dan benar, membuat rangkuman dari sebuah tulisan/naskah, mendongeng, dan calistung yang pesertanya berasal dari sekolah/PKBM kesetaraan paket B dan C yang ada di Karangasem. Acara juga diisi dengan pembagian sembako pada lansia.

Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud dalam sambutannya yang dibacakan Kasubdit Keaksaraan dan Budaya Baca Dr. Samto mengatakan gerakan ini merupakan iktiar kita bersama dalam rangka mempersiapkan generasi terdidik yang melek literasi, haus akan ilmu pengetahuan, dan tidak pernah bosan menimba ilmu. “Pencanangan GIM di Kabupaten Karangasem ini merupakan rangkaian rangkaian GIM yang dilaksanakan di 31 Kabupaten Kota seluruh indonesia,” sebutnya.

Samto mengatakan Kabupaten Karangasem dipilih karena dua hal yakni telah tumbuh banyak komunitas menulis, komunitas literasi, baik komunitas baca, komunitas menulis, komunitas seni dan taman bacaan masyarakat di Karangasem serta pertimbangan tingginya  angka buta aksara  urutan ketiga di Bali. GIM menurutnya bisa menjadi salah satu upaya meningkatkan kemampuan mendorong mereka yang bisa membaca untuk terus membaca, selanjutnya mendorong mereka menjadi generasi yang mampu menjelajah dunia lewat aksara yang dibacanya.

Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri, Selasa (27/9) kemarin menyebutkan, pihaknya sangat mendukung sepenuhnya kegiatan tersebut. menurutnya GIM harus berkelanjutan tidak berhenti sampai di sini.   Kebiasaan membaca harus dimulai dari usia dini baik secara formal maupun informal, sejak di rumah, di Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Kebiasaan membaca dan penguasaan iptek bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan, banyak membaca akan banyak mendapatkan pengetahuan dan orang yang menguasai ilmu pengetahuan ialah orang yang memiliki sumber daya yang berkualitas yang dapat melaksanakan pembangunan untuk kesejahteraan semua bangsa.