Diposting : 14 April 2019 23:02
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Bali Tribune/ DETEKSI - Seluruh potensi gangguan pemilu diminta dideteksi lebih awal.
balitribune.co.id | Negara - Pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden Rabu (17/4) di Kabupaten Jembrana diharapkan aman sekala-niskala. Istansi terkait diminta untuk mendeteksi dan mengantisipasi segala potensi yang dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan pemilu maumpun gangguan ketentraman serta keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang pemilu yang kini kurang dari sepekan.
 
Dalam pertemuan yang dihadiri Bupati Jembrana, I Putu Artha,  Dandim 1617 Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok, Wakapolres Jembrana Kompol I Komang Budiartha unsur Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana  termasuk pimpinan KPU Kabupaten Jembrana, Bawaslu Kabupaten Jembrana serta jajaran instansi terkait lainnya itu, dibahas berbagai hal teknis khususnya yang berkaitan dengan keamanan dan kelancaran  pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara Pileg dan Pilpres di Kabupaten Jembrana.
 
Bupati Jembrana I Putu Artha dalam Rapat Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial   Kabupaten Jembrana, Kamis (11/4), mengharapkan agar pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara Pileg dan Pilpres khususnya di Kabupaten Jembrana dapat terselenggara dalam suasana aman secara sekala dan niskala. Secara skala menurutnya segala tahapan dalam penyelenggaraan berjalan sesuai aturan. Sedangkan secara niskala, penyelenggaraan pesta demokrasi ini diharapkan senantiasa mendapatkan anugrah oleh Tuhan Yang Kuasa sehingga hal-hal yang menjadi kendala dan hambatan selama hajatan demokrasi lima tahunan ini senantiasa dapat diminimalisir. 
 
Pihaknya juga mengintruksikan semua jajaran yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu ini untuk lebih awal melakukan deteksi dan langkah-langkah antisipasi terhadap hal-hal yang berpotensi mengganggu kelancaran serta suksesnya penyelenggaraan pemilu yang tinggal beberapa hari ini. Pihaknya tidak ingin sampai ada pihak-pihak yang justru sengaja mengganggu kelancaran pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara dengan mengusik ketentraman serta keamanan dan ketertiban dimasyarakat.
 
Pihaknya meminta penyelenggara pemilu baik itu KPU Kabupaten Jembrana maupun Bawaslu Kabupaten Jembrana melaksanakan pemantauan kesetiap TPS untuk memastikan kelancaran pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara sehari sebelum pencoblosan. “Tidak ada yang bisa mengganggu apalagi menggagalkan jalannya pemilu. KPU dan Bawaslu agar menjadwalkan H-1 untuk melakukan evaluasi dan monitoring kesetiap TPS yang ada,” jelas pimpinan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Jembrana ini.
 
Pihaknya juga meminta lembaga terkait lainnya yang melayani kepentingan public yang sifatnya vital seperti PLN, Pertamina termasuk Telkom yang juga memegang peran penting dalam penyelenggaraan Pemilu ini senantiasa dalam persiapan yang optimal sehingga tidak menimbulkan kegaduhan dimasyarakat. Pihaknya tidak ingin sampai terjadi sabotase yang menurutnya jelas akan mengganggu kelancaraan pemilu. “Tidak ada alasan di saat Pemilu SPBU sampai tidak ada premium begitu juga listrik tidak sampai padam saat penghitungan suara” tandasnya.