Diposting : 13 January 2018 20:20
I Wayan Sudarma - Bali Tribune
komunikasi
Keterangan Gambar: 
Kondisi Gunung Agung saat erupsi, Kamis (11/1) lalu.

BALI TRIBUNE - Untuk membangun dan memperkuat kepariwisataan di Buleleng ditengah tengah isu erupsi Gunung Agung dan juga cuaca yang cukup extrim akhir akhir ini. Dinas Pariawisata setempat melalui Bidang Sumber Daya Pariwisata Kabupaten Buleleng melakukan rapat kordinasi dengan kelompok sadar wisata di aula Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Jumat (1/12) kemarin.


Rapat yang dihadiri oleh 20 kelompok darwis yang ada di Kabupaten Buleleng dipimpin oleh sekretaris Dinas Pariwisata Drs. Ketut Arjana,M.Pd. didampingi oleh Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata, Kasi Kelembagaan dan Kasi Bimas.


Dalam arahannya, Sekdis Ketut Arjaya mengatakan, betapa strategisnya peran ,fungsi dan tangung jawab pok darwis dalam mengawal dan pengelola destinasi yang dimilikinya.


Dikatakannya, Pokdarwis sebagai ujung tombak selaku lembaga yang tumbuh di masyrakat dalam melaksanakan tugas dan fungsingnya harus memiliki SOP dalam pengelolaan destinasinya dengan pendekatan sapta pesonanya.


“Sehingga wisatawan yang datang merasa betah dan bahkan bersedia untuk datang lagi, SOP ini sangat penting untuk dimiliki oleh pokdarwis untuk meyakinkan kepada wisatawan bahwa destinasi yang dikembangkan telah memiliki keamanan dan kenyamanan yang dipersyaratkan,” terangnya.


Dalam kesempatan itu dilakukan acara diskusi dan dari hasil diskusi dimaksud ditemukan langkah - langkah konkrit untuk segera membentuk forum komunikasi pok darwis tk. Kabupaten, untuk memudahkan komunikasi dan kordinasi dengan komunitas.