Bali Tribune, Senin 23 April 2018
Diposting : 20 November 2017 20:42
Redaksi - Bali Tribune
RABIES
Keterangan Gambar: 
KUNJUNGI - Plt. Sekda Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya, didampingi Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Wayan Suardana dan sejumlah pejabat mengunjungi korban gigitan anjing.

BALI TRIBUNE - Beberapa hari terakhir, masyarakat Gianyar terutama di seputaran pasar umum Gianyar was-was dengan adanya anjing liar yang diduga rabies. Setidaknya 14 orang warga telah menjadi korban gigitan anjing tersebut. Mengantisipasi bertambahnya korban gigitan anjing, Pemkab Gianyar melalui Dinas Pertanian Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan telah mengeleminasi anjiing tersebut dan sejumlah anjing liar di seputaran pasar Gianyar.

Plt. Sekda Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya didampingi Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Wayan Suardana dan sejumlah pejabat dari instansi terkait, mengunjungi korban gigitan anjing di beberapa lokasi, Minggu (19/11). Kunjungan tersebut selain mengecek apakah para korban telah mendapat bantuan medis dan memperoleh suntikan VAR, juga menyerahkan sejumlah bingkisan sebagai bentuk kepedulian Pemkab Gianyar.

Wisnu Wijaya menuturkan, meski anjing tersebut telah dieliminasi, Pemkab Gianyar tetap akan melakukan tindakan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. "Akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, vaksinasi massal yang untuk sementara akan dikonsentrasikan di seputar Pasar Gianyar,  nanti secara bertahap akan diperluas di Kecamatan Gianyar," tegasnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Gianyar, Ngakan Putu Riyadi. Dibeberkan, pihaknya telah melakukan prosedur operasional (SOP) dalam menangani kasus gigutan anjing. "Kami lakukan eliminasi pada anjing tersebut, selanjutnya kami akan lakukan sosialisasi dan vaksinasi massal, dan lebih lanjut eliminasi selektif terhadap anjing liar di seputar Pasar Gianyar," terang Ngakan Riyadi.

Ditambahkan, pihaknya melakukan pemantauan di Pasar Gianyar untuk mengetahui waktu anjing-anjing berkeliaran sehingga memudahkan tindakan eliminasi. "Biasanya mereka berkeliaran pagi sekitar jam tujuh dimana para pedagang dan pengunjung selesai makan, mereka mencari makanan sisa pengunjung," ujar Ngakan Riyadi. 

Salah satu korban, Desak Made Manis (55 tahun) asal Banjar Triwangsa Tegal Tugu Gianyar mengaku dirinya tiba-tiba digigit anjing sat berjalan di depan Hardy’s Gianyar dan anjing langsung lari. Ia berterima kasih atas kepedulian Pemkab Gianyar kepada korban gigitan anjing gila, serta pelayanan Puskesmas Gianyar yang dengan sigap memberikan pertolongan kepada dirinya.