Diposting : 12 May 2017 16:15
redaksi - Bali Tribune
GEPENG
Keterangan Gambar: 
GEPENG - Puluhan Gepeng yang diamankan Sat Pol PP Pemkab Badung di wilayah Kuta dipulangkan ke Karangasem, mereka dikumpulkan di LBK Dinas Sosial Karangasem.

BALI TRIBUNE - Sampai saat ini Pemkab Karangasem melalui Dinas Sosial terus berupaya mencari formula atau solusi untuk mengentaskan kebiasaan menggepeng sejumlah masyarakat di Dusun Pedahan dan Muntigunung, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu. Beberapa program sudah diluncurkan pemerintah, tahun ini sedikitnya ada dua program yang dilaksanakan pemerintah di bidang kewirausahaan yakni pelatihan membuat dupa dan jejaitan.

“Selain itu Pemkab Karangasem saat ini juga tengah mematangkan program desa wisata,” sebut Kadis Sosial Karangasem Ni Ketut Puspa Kumari kepada wartawan, Kamis (11/5). Ditegaskannya, dua program pelatihan kewirausahaan membuat dupa dan mejaitan itu sejauh ini sudah berjalan cukup baik kendati masih diperlukan berbagai penyempurnaan utamanya dari sisi kwalitas, semisal untuk produksi dupa ketebalannya belum merata.

Untuk penyempurnaan kualitas dupa yang diproduksi oleh ibu-ibu mantan Penggepeng tersebut, pihaknya sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 300 Jutayang dialokasikan untuk pengadaan mesin produksi. “Kami berharap nantinya dengan hadirnya mesin produksi itu bisa meningkatkan kapasitas serta kwalitas dupa yang diproduksi agar sesuai dengan standar di pasaran,” ucap mantan Staf Ahli yang dulunya pernah menjabat sebagai kadis Perindustrian dan Perdagangan tersebut serta Kadis Dukcapil Karangasem ini.

Selama ini diakuinya program pelatihan kewirausahaan untuk para mantan Penggepeng ini dibina dan didukung oleh Yayasan Bakti Laksana, dan untuk tahun ini pihaknya juga akan menggenjot program Desa Wisata Muntigunung. Ini lantaran melihat potensi yang dimiliki kawasan dilereng gunung itu yang cukup unggul, seperti panorama alam lereng Gunung Agung yang sangat bagus untuk wisata Tracking dan Climbing serta sangat cocok untuk agrowisata jambu mete. Hasil jambu mete ini sendiri disebutkannya bisa dibuat menjadi olahan dodol dan dendeng mete, tinggal bagaimana mensinergikan seluruh komponen masyarakat di wilayah tersebut.