Bali Tribune, Rabu 22 November 2017
Diposting : 7 November 2017 20:10
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
travel
Keterangan Gambar: 
LOKAL - Suasana Terminal Ubung pasca-dipindahnya terminal bus antar kota antar provinsi ke Terminal Mengwi, Badung tampak hanya terdapat bus dalam provinsi.

BALI TRIBUNE - Pasca-pemindahan operasional Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP)  dari Terminal Ubung ke Terminal Mengwi, Pemerintah Kota Denpasar berencana merancang memanfaatkan  Terminal Ubung sebagai terminal stop over. Hal ini diutarakan Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, Senin (6/11).

Rai Mantra menegaskan sejatinya konsep awal sudah dirancang sejak dulu   untuk menghidupkan kembali Terminal Ubung yang statusnya kini Terminal C,  dimana terminal ini  cukup sebagai terminal kecil kota. Pihaknya berencana akan memberlakukan kendaraan-kendaraan luar parkir sementara  (stop over) di Terminal Ubung. “Bus-bus pariwisata, atau bahkan pegawai-pegawai yang datang dari utara, bisa memanfaatkan Terminal Ubung, dan akan digerakkan  bus pegawai atau kendaraan yang menjemput dan mendistribusikan masuk ke kota," ujarnya.

Pihaknya menyebutkan, seperti kota-kota besar lainya, di Jakarta misalnya bus-bus  pegawai disediakan dan kendaraan pegawai terpakir dalam satu kawasan atau terminal. “Istilahnya ada tempat parkir sementara, orang dari utara kendaraannya bisa parkir di sana termasuk bus sekolah juga kita harap  parkir di sana, seperti di Jakarta ada juga bus-bus pegawai yang diangkut dari terminal sementara, ini membantu mengurangi  kekroditan lalu lintas dalam  kota,” ungkapnya.

Rai Mantra menegaskan, konsep itu  sudah dipikirkan sejak  dua tahun lalu, di mana khusus untuk  bus-bus pariwisata dari luar agar tidak memasuki wilayah kota dan diarahkan memarkir di Terminal Ubung.

“Stop over layanan segala macam, kalau bus pariwisata di situ parkir, kemudian  travel melayani ke sana, jadi bus pariwisata besar tidak masuk kota, atau ke hotel dalam kota,  cukup dilayani oleh travelnya saja. Ini sedang kita rancang dan kita sudah sempat bahas dengan pihak pariwisata, kalau stakeholder-nya belum, tapi pasti kita akan bicarakan lagi,” bebernya.

Rai Mantra menambahkan, merancang konsep stop over di Terminal Ubung, semata-mata untuk menjaga agar terminal ini tetap hidup dari sisi sektor ekonomi. “Di sana ada pedagang-pedagang kecil, yang butuh juga pembeli, sehingga dengan memanfaatkan terminal ini tentu akan menjadi ramai dan kembali  sisi ekonomi tergerak,  di sisi lain akan membantu juga menekan kemacetan di dalam kota,” pungkasnya.