Bali Tribune, Sabtu 21 Juli 2018
Diposting : 9 May 2017 20:07
redaksi - Bali Tribune
TNI
Keterangan Gambar: 
AKSI - Pemuda Pancasila dan KMHDI lakukan aksi dukung TNI-Polri Jaga Keutuhan NKRI, Senin (8/5).

BALI TRIBUNE - Gabungan organisasi kepemudaan, di antaranya Pemuda Pancasila (PP) bersama KMHDI Karangasem, Senin (8/5), berjalan kaki dari Gedung UKM Centre menuju Polres Karangasem guna menyampaikan aspirasi mereka mendukung langkah Polri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai ancaman radikalisme serta organisasi mengatasnamakan agama yang betujuan memecah belah persatuan dan kesatuan.

Dipimpin Ketua PP Karangasem, Agung Parisak Juliawan, massa aksi yang berjumlah sekitar 150 orang tersebut sempat melakukan orasi kebinekaan dan kecaman terhadap upaya-upaya memecah belah keutuhan bangsa yang dilakukan oleh organisasi massa tertentu yang terjadi belakangan ini. Setiba di gedung Mako Polres Karangasem, peserta aksi diterima oleh Wakapolres Karangasem, AA Ketut Mudita.

Kepada Wakapolres, Korlap Aksi, Agung Parisak Juliawan membacakan tiga petisi dukungan kepada TNI/Polri yakni mendukung TNI/Polri dalam memberantas Ormas-ormas radikal yang mengatasnamakan agama untuk mengganti ideologi negara Oancasila dan NKRI, ikut melawan intoleransi yang memecah belah bangsa serta senantiasa menjunjung Pancasila sebagai Ideologi negara.

I Gede Sandi, anggota Majelis Pertimbangan Organisasi Kepemudaan  (MPO) yang juga hadir dalam aksi kemarin, kepada wartawan menegaskan jika aksi yang dilakukan oleh PP dan KMHDI tersebut merupakan gerakan untuk menyikapi kondisi yang berkembang belakangan ini utamanya aksi-aksi radikalisme yang terjadi yang dinilainya bisa mengganggu keamanan dan bisa mengancam keutuhan NKRI.

“Indonesia adalah negara yang terdiri dari beragam suku, ras dan agama dan perbedaan itulah yang menyatukan bangsa ini. Jadi kami sangat menolak faham-faham radikalisme dan Ormas yang mengatasnamakan agama yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi lain,” ujar Gede Sandi. Artinya aksi ini merupakan gerakan moral untuk mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk desa adat sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah perbebedaan yang ada untuk menjaga keutuhan NKRI.

Wakapolres Karangasem AA Ketut Mudita kepada wartawan menegaskan pihaknya mengapresiasi dukungan dari masyarakat, selama ini pihaknya sudah melakukan berbagai upaya cegah tangkal masuknya faham-faham radikalisme ke Bali khususnya di Karangasem, salah satunya dengan memperketat pengamanan di Pelabuhan Padang Bai yang menjadi pintu masmuk Bali bagian timur. “Kami juga sudah melakukan berbagai pendekatan dengan masyarakat melalui Babin, untuk deteksi dini termasuk informasi cepat jika ada aksi-aksi yang bisa menganggau keamanan apalagi yang mengarah pada upaya memecah belah persatuan dan kesatuan,” tegasnya.

Bentuk dukungan kepada TNI/Polri dari masyarakat dan organisasi kepemudaan di Karangasem juga diwujudkan dalam bentuk puluhan Karangan Bunga yang dibawa oleh sejumlah Organisasi Kepemudaan dan diletakkan di depan kantor Mapolres Karangasem.