Diposting : 5 July 2017 21:12
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
kapal
Keterangan Gambar: 
PENCARIAN - Hingga pencarian dihentikan dihari ke tujuh, Selasa (4/7), keberadaan peziarah yang terjatuh dari kapal di Selat Bali belum ditemukan.

BALI TRIBUNE - Salah seorang anggota rombongan wisata reliji (ziarah), Mahbud (17) asal Desa Semare, Kecamatan Keraton, Pasuruan, Jawa Timur yang tercebur dari atas KMP Alas Mutiara III di perairan Selat Bali pada Rabu (28/6) lalu hingga kini belum juga diketemukan. Bahkan hingga pencarian dihakhiri dihari ketujuh pada Rabu (4/7), tanda-tanda keberadaan pelajar SMA kelas XII itu belum juga diketahui.

Upaya pencarian yang dilakukan Tim SAR gabungan baik dari Basarnas, Kepolisian, TNI dan Syahbandar belum membuahkan hasil menemukan keberadaan korban yang terjatuh saat selfi dari atas reling sisi samping kapal yang bertolak dari Ketapang menuju Gilimanuk itu.

Koordinator Pos SAR Jembrana, Ida Bagus Surya Wirawan dikonfirmasi kemarin membenarkan sesuai protap, operasi pencarian terakhir dilaksanakan pada hari ketujuh setelah musibah naas tersebut terjadi. Dihari terakhir pencarian kemarin itu,  pihaknya  telah menerjunkan dua tim yang melibatkan delapan personil untuk menyisir jalur darat dengan berjalan kaki dipesisir pantai kawasan Hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) di Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk dengan radius sepanjang 4 kilometer. Ia yang mengaku ikut langsung dalam penyisiran didarat yang dimulai dilakukan pukul 08.00 Wita hingga berakhir pukul 10.15 Wita tersebut.

Di saat bersamaan juga dilaksanakan penyisiran jalur laut dikawasan peraiaran Selat Bali hingga ke seputaran peraiaran Perapat Agung dan sekitar periaran Watudodol, Banyuwangi, Jawa Timur yang dilakukan oleh dua tim Sat Pol Air Polres Jembrana menggunakan dua kapal patroli. Baik penyisiran yang dilakukan didarat maupun dilaut dihari terkahir itu hasilnya tetap nihil dan belum ada tanda-tanda ataupun informasi apapun. Bahkan menurutnya selama sepekan dilalasanakan operasi pencarian terhadap korban yang terjatuh dari atas kapal sekitar 100 meter dari dermaga Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, berbagai upaya telah dilakukan oleh pihaknya bersama leading sektor terkait.

Selain terus memaksimalkan penyisiran didarat dan dilaut bahakn hingga kawasan pesisir maupun peraiaran seputaran Banyuwangi, pencarian juga sempat dilakukan dari udara diatas perairan selat Bali yakni mempergunakan helicopter Basarnas pada hari ketiga dan helikopter Polda Bali pada hari keempat. Ia mengaku hingga hari kekenam pihaknya telah menyisir seluruh perairan Gilimanuk bahkan pencarian dilakukan hingga kawasan perairan Candikusuma, Melaya dan kawasan perairan Pengambengan, Negara.

Kedati pencarian oleh Tim SAR Gabungan belum mebuahkan hasil hingga hari ketujuh kemarin, namun ia mengungkapkan pihaknya selama berlangsungnya operasi pencarian itu selalu memberikan informasi mengenai upaya pencarian setiap harinya kepada keluarga korban yang masih tetap menunggu di Gilimanuk. Menurutnya ditengah harapan keluarga korban agar korban segera bisa ditemukan, pihaknya juga sudah berusaha maksimal. Dikataknnya keluarga korban sudah mengerti dengan upaya-upaya yang telah dilakukan pihaknya bersama semua pihak yang terlibat selama sepekan ini.