Bali Tribune, Rabu 25 April 2018
Diposting : 31 January 2018 15:32
Redaksi - Bali Tribune
korban
Keterangan Gambar: 
AKBP Sugeng Sudarso memperlihatkan barang bukti dan pelaku.
BALI TRIBUNE - Pelaku pencurian senjata api jenis pistol milik anggota Buser Dit Reskrimum Polda Bali, Aipda I Ketut Juaniarta, SH yang terlibat baku tembak dengan polisi saat disergap di Hotel Wisata Indah Jalan Bedugul Denpasar, Donal Firmansyah alias Riyan (37), ternyata seorang bandar narkoba.
 
Saat disergap polisi, Riyan dalam kondisi sakaw akibat mengonsumsi sabu. "Dia (pelaku-red) sedang flay saat kita tangkap. Karena dipengaruhi narkoba, sehingga dia nekat melawan petugas melakukan penembakan secara membabi buta. Beruntung semua anggota aman dalam proses penangkapan itu," ungkap seorang petugas di Mapolda Bali, Selasa (30/1).
 
Dijelaskan petugas yang tidak mau namanya dikorankan ini, pelaku menyewa kamar hotel sehari sebelumnya dengan tujuan mengonsumsi narkoba. Bahkan, saat digeledah kamar hotel nomor 5 tempat ia menginap ditemukan alat isap sabu (bong-red) dan sabu sisa pakai seberat 0,5 gram. Tidak hanya itu, saat polisi menggeledah tempat kosnya di Jalan Batas Dukuh Sari Sesetan Denpasar ditemukan ekstasi.
 
"Pelaku ini residivis narkoba yang ditangkap Polresta Denpasar. Sempat ditahan di Lapas Kerobokan, kemudian dilayar ke Lapas Karangasem dan baru bebas tiga bulan lalu," terangnya.
 
Sementar Wadir Reskrimum Polda Bali, AKBP Sugeng Sudarso, SH., SIk., MH menjelaskan, tertangkapnya pelaku berkat laporan korban perampokan, I Nyoman Dapet (75). Ia mengaku dirampok oleh dua orang pria dengan modus anggota kepolisian di rumahnya di Banjar Telunwayah Betenan Desa Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen, Karangasem, Minggu (28/1) pukul 01.00 Wita.
 
"Berbekal senjata api ini pelaku mengaku anggota polisi dan melakukan penggeledahan. Bahkan, pelaku sempat melakukan satu kali tembakan ke udara di rumah korban. Setelah itu, mereka mengambil barang-barang korban, seperti uang dan perhiasan emas lalu kabur," paparnya.
 
Laporan korban tersebut langsung direspon anggota Reskrim Polsek Sidemen dan Polres Karangasem dengan mendatangi lokasi kejadian melakukan olah TKP. Dalam olah TKP, polisi menemukan selongsong peluru yang identik dengan milik kepolisian. Selanjutnya dilakukan penyelidikan yang lebih mendalam dan berhasil meringkus pelaku Kadek Agus Yuda Arta (20) yang kurang dari 24 jam.
 
Dari pengakuan Kadek Agus ini bahwa dalam aksi ia bersama dengan Riyan dan membawa senjata api. "Kadek Agus ini juga residivis kasus bobol brankas dan baru bebas enam bulan lalu. Mereka berdua kenal di dalam Lapas di Karangasem," tutur Sugeng.
 
Berkat nyanyian Kadek Agus, anggota Polsej Sidemen dan Polres Karangasem berkoordinasi dengan pihak Dit Reskrimum Polda Bali karena informasi pelaku Donal berada di wilayah Denpasar dan membawa senjata api.
 
Setelah melakukan penyelidikan singkat, polisi berhasil mengetahui keberadaan pelaku. Saat hendak dibekuk di areal parkir depan hotel, pelaku menantang dan melakukan penembakan kepada petugas. Beruntung, petugas sigap sehingga dapat menghindar dan Kamit Jatanras Kompol Adiguna, SH berhasil menembak ibu jari tangan kanan tersangka sehingga senjatanya terlepas dan anggota lainnya menembak kakinya untuk melumpuhkan. Total ada lima butir peluru yang bersarang di tubuhnya, yaitu satu di jari tangan kanan, dua di betis kaki kiri, serta di paha kiri dan kanan masing-masing satu butir.
 
"Saat dia lihat banyak polisi, dia langsung menantang polisi dan mengeluarkan senjatanya. Tetapi anggota lebih cepat mengeluarkan senjatanya sehingga pelaku loncat sambil melepaskan tembakan ke arah anggota. Tetapi anggota menembak tangannya yang mengakibatkan senjatanya jatuh. Dan saat pelaku hendak mengambil senjata, anggota yang lain menembak kakinya," urai mantan Kapolres Karangasem ini.
 
Polisi masih melakukan pengembangan lebih lanjut mencari TKP yang lain dan kronologis pencurian senjata api milik polisi itu. Namun polisi masih sedikit kesulitan karena hingga sore kemarin kondisi pelaku belum stabil.
 
"Dia belum bisa mengaku dan omong banyak karena kondisi belum normal. Kemarin dokter sudah berikan obat penurun, tapi dia belum stabil. Pekerjaan dia adalah bandar narkoba, tetapi juga sebagai pemakai. Bahkan, sudah pencandu dan kalau tidak pakai narkoba seperti orang gila dia," ujarnya.
 
Sementara anggota polisi yang senjatanya dicuri pelaku, telah distafkan sambil dalam pengawasan. "Ini kelalaian anggota yang menyebabkan senjatanya dicuri. Yang bersangkutan sudah diproses, sehingga saat ini anggota sudah dibebastugaskan," pungkas perwira dengan pangkat dua melati di pundaknya ini.