Diposting : 17 May 2018 22:05
Khairil Anwar - Bali Tribune
pencuri
Keterangan Gambar: 
BUKTI - Sejumlah barang bukti milik korban yang diamankan pihak kepolisian dari tangan pencuri.

BALI TRIBUNE - Aksi kejahatan di Kota Seririt makin menjadi-jadi dan meresahkan. Setelah sebelumnya terjadi pengeprukan kaca mobil di Jl. Surapati, Seririt, aksi pencurian kembali beraksi di seputaran Jl. Diponegoro. Kali ini yang disasar sebuah rumah milik pengusaha ayam potong bernama Nur Maya. Sepeda motor dan lap top serta sejumlah uang milik korban disikat.

Saat ini polisi tengah menyelidiki kasus pencurian tersebut. Informasi yang dihimpun BALI TRIBUNE -  - menyebutkan, peristiwa pencurian itu terjadi Selasa (15/5) sekitar pukul 05.00 wita. Saat itu penghuni rumah tengah berada di pasar untuk berjualan ayam potong. Namun, anak korban bernama Doni berada di rumah saat maling beraksi tanpa diketahui penghuni rumah. Doni mengaku sedang berada di kamar mandi saat maling memasuki rumahnya. ”Sekitar pukul 05.00 Wita saya pulang dan masih melihat lap top. Saya sempat ambil HP di atas lap top sebelum ke kamar mandi,” terangnya.

Usai dari kamar mandi Doni mengaku tidak melihat hal yang mencurigkan di sekitar rumahnya. Ia baru tahu setelah ibunya pulang dari pasar melihat ruangan kamar dalam kondisi acak-acakan. ”Ibu saya yang melihat kalau kamar sudah megaburan  (acak-acakan, red). Setelah diperiksa ternyata lap top dan uang sejumlah Rp 950.000 sudah tidak berada di tempatnya,” imbuh Doni.

Selain sebuah lap top, satu unit sepeda motor merk Vario Tekno warna hitam DK 7196 VE serta sejumlah uang telah diambil pencuri. ”Tidak ada pintu dan jendela yang rusak. Saya duga pencuri masuk dari pintu samping yang tidak terkunci. Sepeda motor terpakir di samping rumah dan maling sempat mengambil kunci kontak sebelum dibawa kabur,” terangnya.

Dikonfirmasi, Kapolsek Seririt AKP Dewa Anom membenarkan terjadinya peristiwa tersbut. Menurutnya, penyidik sudah memeriksa tiga orang saksi. Selain saksi korban, dua  orang lainya sudah dimintai keterangan. ”Tiga orang sudah diperiksa termasuk korban. Dua lainnya orang dekat di sekitar korban,” terang AKP Dewa Anom seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, Rabu (16/5).

Penyidik kini juga tengah mencari satu orang lagi yang pernah bekerja  di tempat korban namun dipecat karena sebuah sebab. ”Kita masih cari orang tersebut karena yang bersangkutan pernah bekerja dengan korban dan dipecat,” sambungnya. Terkait keberadaan sepeda motor Vario Tekno warna Hitam DK 7196 VE, pihaknya meyakini masih berada di seputaran wilayah hukum Buleleng. ”Bukti surat sepeda motor sudah kita amankan,” ujarnya.

Saat diakukan olah TKP, pihaknya melihat beberapa kejanggalan terutama posisi sepeda motor yang diambil dalam keadaan terkunci. Sementara di tempat yang sama ada sepeda motor jenis vario dengan kunci yang masih nyantol diabaikan. ”Kita masih lakukan lidik untuk bisa mengungkap kasus itu,” tandasnya.

Maling Perempuan Ditangkap    

Sementara  itu, Polsek Seririt berhasil menangkap pelaku pencurian di seputaran Gajah Mada, Seririt. Ironisnya, pelaku adalah seorang ibu yang mempunyai balita berusia dua tahun. ”Satu orang berhasil kita amankan setelah ada laporan pencurian di kawasan jalan Gajah Mada, Seririt,” jelas Dewa Anom. Pelaku diidentifikasi bernama I Luh R alias Kelenteng (34)  warga Banjar Dinas Gunung Ina, Desa Lokapaksa, Kec Seririt.

Peristiwa itu berawal, Selasa (15/5), korban atas nama Luh Mahardi (34) warga Karangsari, Kelurahan Seririt, berjualan babi guling diseputaran jalan Gajah Mada, Seririt. Saat korban hendak menutup warung sekitar pukul 06.00 wita ia melihat pelaku keluar dari warung usai korban menaruh barang disepeda motornya. ”Pelaku dilihat keluar memakai jaket dan agak kembung dibagian perutnya,” jelasnya. Melihat hal itu korban lantas memeriksa tas pinggang yang ditempatkan diatas meja telah raib.

Polisi yang mendapat laporan langsung menangkap pelaku dirumahnya setelah sebelumnya identitas pelaku dikantongi. ”Dari hasil pemeriksaan pelaku mengakui perbuatannya,” ujarnya. Sejumlah barang milik korban yang diambil berisi uang tunai Rp 3,5 juta lebih, sebuah Hp merek Samsung J7. ”Pelaku kita tahan untuk proses hukum lebih lanjut,” tandasnya.