Diposting : 6 February 2019 22:09
Khairil Anwar - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Bali Tribune/ RAWAT INAP - Pasien DB tengah menjalani rawat inap di salah satu ruang RS Kertha Usdaha Singaraja.
Bali Tribune, Singaraja - Jumlah penderita demam berdarah (DB) di Kabupaten Buleleng meningkat drastis. Jika bulan Februari tahun 2018 terdapat 16 penderita menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit, maka hingga Januari tahun ini saja tercatat sudah 26 penderita dirawat inap.
 
Kasubbag Humas RSUD Buleleng, Ketut Budiantara mengatakan, meningkatnya jumlah penderita DB di Buleleng menyebabkan pihak rumah sakit menyiapkan dengan baik tenaga medis, ruang perawatan, dan juga stok obat untuk menangani pasien DB.
 
“Pasien DB tahun ini meningkat, tapi seluruhnya sudah dinyatakan sembuh. Saat ini (bulan Februari) tinggal 1 orang rawat inap. Jika melihat data dulu, total pasien DB yang kami tangani 113 orang, meninggal 3 orang,” beber Budiantara, Senin (4/2).
 
Tak hanya di RSUD Buleleng, rumah sakit swasta juga sudah mulai dibanjiri pasien DB. Seperti RS Kertha Usada Singaraja, yang hingga Februari telah merawat puluhan pasien.
 
Kabid Keperawatan RSU Kerta Usada, Putu Ayu Darmadi mengatakan, memasuki bulan Februari jumlah pasien DB yang menjalani rawat inap sebanyak 24 orang. Di antaranya, 21 orang dewasa dan 3 lainnya remaja dan anak-anaka.”Sekarang yang tengah menjalani rawat inap 6 orang,” katanya.
 
Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, IGN Mahapramana saat dikonfirmasi menjelaskan, meskipun penderita DB meningkat di awal tahun 2019, namun semuanya bisa terkendali. Total jumlah laporan penderita di Buleleng pada bulan Januari tercatat sebanyak 77 jiwa berasal dari 9 kecamatan.
 
Menurut Mahapramana, penderita DB terbanyak ada di Kecamatan Sukasada, yakni 25 jiwa. Kemudian Kecamatan Buleleng ada 19 jiwa, Kecamatan Banjar sebanyak 8 jiwa, Kecamatan Busungbiu sebanyak 8 jiwa, Kecamatan Seririt ada sebanyak 5 jiwa dan Gerokgak ada sebanyak 5 jiwa. Dan, Kecamatan Sawan sebanyak 4 jiwa serta di Kecamatan Kubutambahan sebanyak 3 kasus.
 
“Namun semua masih terkendali dan laporan petugas, seluruh penderita DB yang dirawat di sejumlah rumah sakit kesehatannya dinyatakan sudah pulih. Memang secara jumlah meningkat, tapi kapasitas seperti ruang perawatan, petugas medis, semuanya mencukupi,” jelas Mahapramana.
 
Atas beberapa kasus itu, Mahapramana mengimbau masyarakat lebih waspada dengan melakukan antisipasi terhadap kemungkinan meningkatnya serangan DB. Bahkan ia meminta agar semua anggota keluarga dan masyarakat bisa menjadi juru pemantau jentik di rumah dan juga lingkungan sekitarnya. Jika diperlukan kami siap akan melaksanakan fogging dan pemberian larvacida,” tandasnya.