Diposting : 15 March 2019 23:01
habit - Bali Tribune
Bali Tribune/pam Simulasi Sispam Kota Polres Jembrana

Negara | Bali Tribune.co.id - Susana Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) di Jembrana diwarnai kerusuhan. Dipicu ketidakpuasan atas kekalahan perolehan suara di TPS 1 Kelurahan Pendem, Pendukung salah satu pasangan calon presiden (capres) berusaha menggagalkan pleno rekapitulasi suara pemilu hingga menduduki Kantor KPU Kabupaten Jembrana serta berusaha menyandera Ketua KPU Kabupaten Jembrana. Menghadapi kondisi massa yang semakin berutal, polisi  akhirnya melepaskan tembakan.

Setelah dilaksanakannya pencoblosan di TPS 1 Keluarahan Pendem, muncul ketidakpuasan atas perolehan suara dari pendukung salah satu capres pada saat penghitungan suara. Karena situasi semakin memanas, Ketua KPPS setempat melaporkannya kepada petugas pengamanan dan unit patroli gabungan mendatangi lokasi TPS tersebut. Situasi tetap ricuh sampai saksi capres inipun diamankan oleh Tim Gabungan. Kendati saat itu sempat berhasil diredam, namun kejadian di TPS tersebut juga berdampak pada pelaksanaan rapat pleno di KPU Kabupaten Jembrana dua pekan setelahnya.

Pada saat rapat pleno rekapitulasi perolehan suara tersebut, terjadi unjuk rasa dari pendukung capres yang tidak puas tersebut. Massa yang menyerbu kantpr KPU berusaha menggagalkam pelaksaan rapat pleno. Karena situasi semakin memanas pada zona kuning, Kabag Ops Polres Jembrana memerintahkan Kapolsek Kota agar menerjunkan satu pleton personil Dalmas awal untuk mengatasi unjuk rasa. Namun karena situasi tetap memanas sampai zona merah, komando akhirnya diambil alih kapolres hingga menerjunkan dalmas lanjutan beserta pengurai massa (raimas) dengan mobik AWC dan AVC untuk memecah kosentrasi masa.

Situasi masih tetap belum bisa dikuasai dan masa semakin beringas hingga berusaha menyandera ketua KPU. Untuk mengagalkan  penyanderaan terhadap Ketua KPU maka ketua KPU diamankan oleh eskip dengan kendaraan AVC. Dalmas lanjutan melaksanakan sikap dorong namun masa tetap brutal dan terjadi pembakaran sehingga Danpi memerintahkan tim.pemadam.untuk.memadamkan api dengan apar (alat pemadan api ringan) yang dibarengi dengan semprotan gas air mata dari mobil AWC. Massa juga enggan membubarkan diri.

Untuk menghalau masa yang memanas, personel raimas akhirnya melepaskan tembakan. Beberapa kali tembakan ditembakan keudara, akhirnya membuat massa ketakutan dan satu persatu massa meninggalkan Kantor KPU. Setelah situasi kembali aman kondusif kapolres memerintahkan Tim Dalmas awal kembali ke mako.

Susana di atas merupakan scenario Simulasi Sistim Pengamanan Kota (Sispamkota) dalam rangka Pileg dan Pilpres 2019 yang digelar Polres Jembrana, Jumat (16/3), di GOR Kresna Jvara. 

Kapolres Jembrana AKBP Budi P. Saragih mengatakan Pemilu tahun ini memiliki kompleksitas kerawanan dan karakteristis yang khas, karena untuk pertama kalinya Pileg dan Pilpres dilaksanakan secara serentak. Dalam kacamata Kamtibmas peningkatan intensitas kegiatan politik ini dapat memunculkan potensi kerawanan di bidang keamanan. Pihaknya memastikan berbagai potensi kerawanan Pemilu telah dipetakan untuk dilakukan upaya penanganan secara profesional dan berkelanjutan.

“Simulasi Sispamkota ini merupakan kesiapsiagaan menghadapi situasi kontinjensi konflik sosial dalam rangka pemilihan umum tahun 2019. Keberhasilan Polri, TNI dan seluruh elemen dalam pengamanan Pemilu tahun 2019 menjadi salah satu referensi penting dalam pengamanan pemilihan umum yang serentak ini,” tandas AKBP Budi P. Saragih. pam