Bali Tribune, Selasa 12 Desember 2017
Diposting : 10 August 2017 19:21
redaksi - Bali Tribune
Kombes Pol Hengky Widjaja, SIk
Keterangan Gambar: 
Kombes Pol Hengky Widjaja, SIk

BALI TRIBUNE - Tim gabungan Polda Bali terus melalukan penyelidikan terkait pelaku perampasan senjata dan penganiayaan terhadap anggota Brimob Polda Bali, IB Suda Suwarna di parkiran Hotel Ayana Jimbaran, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Selasa (8/8). Sementara itu, Rabu (9/8) pagi tim gabungan kembali mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan memeriksa kamera pengawas (CCTV) yang ada di hotel dan di sejumlah titik.

Informasi yang berhasil dihimpun Bali Tribune siang kemarin, menyebut pelaku diduga kuat sudah mengincar senjata laras panjang jenis AK 101 beserta satu magasen berisi 3 butir peluru hampa dan 27 peluru karet yang dibawa korban. Hal ini terlihat dari senjata korban yang diambil pelaku, dan korban mengalami luka-luka pada bagian wajah.

"Kalau targetnya adalah anggota Brimob ini, berarti korbannya luka parah atau bahkan meninggal dunia. Tetapi ini tidak. Senjata yang dibawa korban justru diambil oleh pelaku," ungkap seorang petugas.

Sementara korban tidak sadarkan diri, diduga kuat akibat diracuni saat korban makan siang. Hal ini diperkuat dengan ditemukan muntahan korban. Muntahan itu saat ini sedang diperiksa di laboratorium untuk mengetahui ada kandungan racun atau tidak. "Kita masih tunggu hasil labnya seperti apa. Dugaan kuat, ya korban diracuni dan pelaku sudah mengincarnya. Kalau korban sempat terlibat duel dengan pelaku, pasti kejadiannya tidak secepat itu atau setidaknya korban bisa minta tolong atau melepaskan tembakan," katanya.

Apalagi pengakuan korban, tidak ada orang yang memukulnya. Bahkan, korban di rumah sakit baru sadar mengeluh lehernya sakit. Kemungkinan besar, saat korban pingsan itulah pelaku mengambil semjatanya.

Sumber yang tidak mau namanya dikorankan ini mengatakan para pelaku diduga berasal dari kelompok yang tersisi saat ini, seperti kelompok narkoba atau kelompok lain yang merasa terusik saat ini. Meski demikian, polisi setidaknya telah memgantongi ciri-ciri pelaku beserta kendaraan sepeda motor yang mereka kendarai.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta mengatakan dari hasil pemeriksaan CCTV terlihat tiga orang yang diduga sebagai pelaku mengendarai dua unit sepeda motor.

Sementara sumber Bali Tribune lainnya mengatakan, tiga orang yang diduga sebagai pelaku ini terekam kamera CCTV mulai dari Jalan Bypass Ngurah Rai sampai Hotel Ayana Jimbaran. "Dua sepeda motor yang diduga sebagai pelaku ini terlihat di CCTV yang ada di jalan dan juga terlihat di CCTV yang ada di hotel. Pelakunya sedang lidik," tuturnya.

Sementara Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hengky Widjaja, SIk memgatakan, dari hasil analisa dan evaluasi sementara, Polda Bali memutuskan dibentuk Tim Lidik dan Sidik dari beberapa Satker, menunggu hasil Labfor tentang muntahan korban, mencocokkan keterangan korban dengan fakta-fakta di lapangan, perketat pintu masuk dan pintu keluar Pulau Bali, siagakan seluruh personel untuk selalu waspada dalam bertugas (body system), perkuat penjagaan Mako. "Serta kumpulkan dan pemeriksaan saksi-saksi di TKP," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban ditemukan oleh Satpam Hotel Ayana sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri dan senjatanya hilang. Menurut keterangan rekan korban, Brigpol I Nyoman Wenten, anggota subden A Pelopor, bahwa dirinya bersama korban melaksanakan tugas jaga di Hotel Ayana.