Bali Tribune, Jumat 27 April 2018
Diposting : 1 August 2016 12:07
ayu eka - Bali Tribune
wisatawan
Keterangan Gambar: 
TIONGKOK - Mayoritas warga Tiongkok memiliki akses internet bahkan menentukan perjalanan wisata, membeli tiket, pemesanan hotel dan paket wisata melalui agen perjalanan (travel) online.

Badung, Bali Tribune

Kementerian Pariwisata RI mulai mendapatkan titik terang dalam hal menarik warga Tiongkok berwisata ke Indonesia maupun Bali khususnya.

Menurut Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, Ratna Surati, berbagai upaya telah dilakukan Kemenpar guna mendatangkan semakin banyak turis Tiongkok ke Indonesia. Dia menyatakan sekarang ini mayoritas warga Tiongkok memiliki akses internet bahkan menentukan perjalanan wisata, membeli tiket, pemesanan hotel dan paket wisata melalui agen perjalanan (travel) online. Sehingga Kemenpar membidik salah satu travel online terbesar di Tiongkok (Ctrip) dengan melakukan kerjasama untuk mendatangkan wisatawan Negeri Tirai Bambu berwisata ke berbagai destinasi di Indonesia.
“Era sekarang digital di market sana (Tiongkok). Kita sudah bekerjasama dengan airlines untuk transportasinya dan sekarang melakukan kerjasama dengan salah satu travel agent online di Tiongkok,” ucapnya di Badung, Jumat (29/7). Ratna menyatakan jika berbicara terkait angka kunjungan maka tidak terpelas dari pasar Tiongkok. Sebab Tiongkok merupakan salah satu pangsa pasar terbesar dimana pada tahun 2015 sebanyak 120 juta penduduknya melakukan perjalanan wisata ke berbagai negara. Namun sayangnya Indonesia hanya mampu mendapatkan 1,2 juta kunjungan wisatawan Tiongkok.
“Jumlah wisatawan Tiongkok masuk Ke Indonesia sedikit banget. Lalu apa yang harus kita lakukan? salah satunya bekerjasama dengan online travel agent,” sebut Ratna. Disebutkannya, jika Kemenpar telah menentukan target angka yang harus terpenuhi sehingga investasi dalam kerjasama tersebut dapat kembali. “Indonesia tahun ini menargetkan 2,1 juta turis Tiongkok,” tegasnya. Hingga saat ini ditambahkan Ratna, Indonesia masih menduduki posisi ke-7 tingkat negara, sementara Bali pada peringkat ke-8 di tingkat kota untuk kunjungan wisatawan Tiongkok.

 Dengan adanya kebijakan bebas visa dan promosi telah berhasil meningkatkan jumlah wisatawan Tiongkok ke Indonesia sebesar 37 persen pada periode Januari-Mei 2016 dibandingkan periode yang sama tahun 2015 lalu. “Kami berharap bahwa kerjasama ini akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia karena kerjasama dengan Ctrip tidak hanya promosi tentang kesadaran dan branding juga ke arah penjualan,” harapnya.

Ratna menyebutkan ada beberapa hal yang harus dipersiapkan agar wisatawan Tiongkok dapat menikmati liburannya di Indonesia di antaranya penyediaan staf berbahasa Mandarin, program TV, koran, peta, instruksi ruangan berbahasa Mandarin, menu restoran beserta pelayan berbahasa Mandarin. Di samping itu lanjut dia mengatakan juga perlu memperhatikan nilai-nilai ketimuran Tiongkok yaitu selalu melayani orang yang lebih tua. “Turis Tiongkok suka pantai walau punya laut tapi utamanya mereka mencari pantai,” imbuhnya.